Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp 7.052 T, Aman Nggak Sih?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 18:00 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi Tumpukan Uang/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Utang pemerintah kembali mengalami kenaikan. Hal ini tercantum dalam laporan APBN Kita edisi April 2022.

Per akhir Maret 2022 utang pemerintah tercatat Rp 7.052,5 triliun dengan rasio terhadap PDB sebesar 40,39% atau naik dibandingkan periode bulan sebelumnya Rp 7.014,58 triliun.

Kenaikan utang pemerintah memang terjadi secara nominal sejalan dengan penerbitan surat berharga negara (SBN) dan penarikan pinjaman bulan Maret 2022, untuk menutup pembiayaan APBN.

Utang pemerintah sebesar Rp 7.052,5 triliun, sebanyak 88,24% di antaranya berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) yang terdiri dari SBN Rp 6.222,94 triliun. Untuk kepemilikan domestik pada SBN sebesar Rp 4.962,34 triliun. Di mana SBN Rp 4.104,37 triliun dan surat berharga negara syariah (SBSN) Rp 857,96 triliun.

"Utang Pemerintah didominasi oleh mata uang Rupiah yaitu 70,55%. Kepemilikan SBN tradable oleh investor asing terus menurun sejak 2019 yang mencapai 38,57%," tulis laporan tersebut dikutip, Selasa (25/4/2022).

Selanjutnya dalam valuta asing Rp 1.260,61 triliun. Untuk Surat Utang Negara (SUN) Rp 991,41 triliun dan SBSN Rp 269,19 triliun.

Komposisi utang pemerintah berikutnya adalah pinjaman sebesar Rp 829,56 triliun. Dengan pinjaman dalam negeri Rp 13,2 triliun.

Pinjaman luar negeri totalnya mencapai Rp 816,36 triliun. Terdiri dari pinjaman bilateral Rp 281,31 triliun, multilateral Rp 491,57 triliun, commercial banks Rp 43,48 triliun.

Utang pemerintah aman? Cek halaman berikutnya.