Laris Manis Bisnis Hampers Hari Raya

Brillyan Vandy Yansa - detikFinance
Jumat, 29 Apr 2022 08:18 WIB
Jakarta -

Tidak dipungkiri, Idul Fitri menjadi ajang kejar target bisnis bagi sebagian pengusaha. Euphoria hari raya mengubah pola konsumsi masyarakat sehingga rela mengeluarkan budget lebih untuk kebutuhan yang tidak biasa.

Lebaran yang lekat dengan kegiatan silaturahmi, kini dibubuhi dengan pemberian bingkisan yang dikenal dengan sebutan hampers. Inilah bisnis yang disebut-sebut sebagai bisnis musiman, bisnis yang laris hanya pada waktu dan momen tertentu saja.

Namun anggapan itu ditepis oleh founder Giftology, Caroline Sari Dewi. Sebagai penyedia jasa hampers, Caroline mengaku selalu memperoleh order bukan hanya pada saat-saat tertentu saja. Menurutnya, selain hari raya, produk buatannya juga sering dipesan oleh perusahaan atau perorangan yang tengah mengadakan acara.

"Kita akan sering tap-in ke acara dan occasion selain hari raya, seperti bridal shower, birthday party, dan sebagainya," ujar Caroline dalam d'Mentor kamis, 28 April 2022.

Hal senada disampaikan oleh Giovantius Stevin, co founder Nocakeid. Menurutnya, bisnis hampers tidak akan pernah mati selama budaya memberikan hadiah masih populer di masyarakat.

Luasnya pasar dan besarnya permintaan menjadikan bisnis hampers sebagai usaha yang menjanjikan. Terlebih, hampers dilihat bukan hanya sebagai produk saja melainkan karya seni. Oleh sebab itu, nilai hampers lebih tinggi dibandingkan kado biasa.

"Jangan pikir yang beli itu cuma teman-teman kita aja. Banyak orang di luar sana yang menghargai hasil karya kita. Maka, jangan ragu untuk mencoba. Coba dulu. Begitu ada ide, dituang, dipasarkan, pasti ada yang beli kok," kata Giovantius.

Maka, sebagai sebuah karya, wajib hukumnya untuk memberikan yang terbaik bagi pembeli. Caroline berpesan, bagi siapapun yang ingin mencoba bisnis hampers, hendaknya menghindari hal-hal yang bisa mengecewakan konsumen.

"Be authentic and be yourself. Jangan kecemplung dalam bisnis hampers ini karena ikut-ikutan orang. Karena udah banyak kompetitor, nggak akan stand out dan nggak akan sustainable. Jadi kalau punya ide, carilah ide yang unik, stay true to yourself," tutur Caroline.

Di samping itu, ada modal utama yang menjadi faktor penting laris atau tidaknya produk hampers yang dijual, yaitu tidak menjual barang rusak. Baik Caroline maupun Giovantius menyetujui, penjual harus menjaga dan bertanggung jawab atas kualitas hampers hingga produk mereka sampai di tangan pembeli.

Saksikan Juga Video d'Mentor: Peluang dan Ide Bisnis Hampers

[Gambas:Video 20detik]



(vys/ed)