Boy Thohir Sentil Anak Muda yang Ngebet Kaya Instan

ADVERTISEMENT

Boy Thohir Sentil Anak Muda yang Ngebet Kaya Instan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2022 15:00 WIB
Boy Thohir
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Pengusaha nasional Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengaku lebih memilih saham dibanding investasi aset kripto yang saat ini sedang populer di kalangan anak muda. Pandangannya itu bukan tanpa alasan. Boy mengaku, dirinya merupakan tipe orang yang konservatif. Ia juga bilang, kripto bukanlah bagian dari dunianya.

"Saham kan masih bisa lihat perusahaannya, performance-nya, track record-nya. Kripto ini sesuatu yang memang saya nggak ngerti. Tentunya high risk high return. Untuk itu saya lebih hati-hati saja," katanya dalam Ask d'Boss detikcom, Sabtu (30/4/2022).

Karena tak terlalu paham dengan aset kripto, Boy mengaku tidak menanamkan modalnya di instrumen tersebut. Boy pun berpesan agar anak muda atau milenial tidak mudah tergiur dengan harapan kaya secara cepat atau instan meski banyak pompom di media sosial saat ini, bahkan Elon Musk pun demikian.

"Saya nggak. Nggak main kripto. Kita tuh jangan melihat Elon Musk begini-begini. Kita nggak tahu Elon Musk ruginya juga berapa banyak," katanya.

Menurutnya, segala sesuatu ada prosesnya. Ia khawatir, keinginan cepat kaya justru bikin anak muda 'jatuh' dan sulit bangkit.

"Karena segala sesuatu ada prosesnya. Satu-satu, takutnya kalau mau instan mau cepat-cepat kaya, ada ponzi scheme, ada apa segala macam. Jatuh. Kalau sudah jatuhnya dari tinggi ke bawah susah," kata dia.

"Kalau kita satu-satu istilah saya kalau jatuhnya nggak terlalu dalam kita bangkit lagi. Saya juga begitu, jatuh bangun, jatuh bangun. Ibaratnya teori saya, 9 kali jatuh harus 10 kali bangun. Jadi kita menata itu satu-satu. Kalau terlalu dalam recover-nya susah gitu loh," tambahnya.

(acd/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT