McDonald's Rugi Rp 1,8 Triliun Imbas Rusia Serang Ukraina

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2022 22:08 WIB
People line up at a McDonalds restaurant during its last working day in St. Petersburg, Russia, Monday, March 14, 2022. (AP Photo)
Foto: AP Photo: Ramai-ramai Warga di Rusia Serbu McDonald's Jelang Penutupan
Jakarta -

McDonald's mengalami kerugian sebesar US$127 juta atau setara Rp 1,82 triliun (Rp 14.400/US$). Hal itu merupakan imbas dari invasi Rusia ke Ukraina.

McDonald's telah menutup restorannya di kedua negara itu. Itulah yang menyebabkan kerugian terjadi.

Meski tutup McDonald's terus membayar 62.000 karyawannya di Rusia, begitu juga Ukraina. "Di kedua negara, kami terus membayar karyawan dan memberikan dukungan tambahan," jelas CEO McDonald's Chris Kempczinski, mengutip CNN, Sabtu (30/4/2022).

Biaya staf tersebut, ditambah pembayaran untuk sewa dan persediaan, membebani perusahaan sebesar US$27 juta atau setara Rp 388,8 miliar. Sisanya, US$ 100 juta atau setara Rp 1,44 triliun berasal dari makanan yang tidak terjual dan barang-barang lain yang harus disingkirkan.

"Hasilnya termasuk ... US$ 100 juta (Rp 1,44 triliun) biaya untuk persediaan dalam rantai pasokan perusahaan yang kemungkinan akan dibuang karena restoran ditutup sementara," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Kempczinski mengatakan Perusahaan akan menawarkan pembaruan di Rusia dan Ukraina pada akhir kuartal kedua.

Tercatat ada 847 restoran McDonald's di Rusia yang tutup. Sementara 108 berada di Ukraina. Kedua negara menyumbang 9% dari pendapatan perusahaan pada 2021.

Penutupan tersebut memukul laba bersih McDonald's, yang turun 28% dalam tiga bulan terakhir dari Januari hingga Maret.

(hns/hns)