24 Industri Selewengkan BBM Bersubsidi

24 Industri Selewengkan BBM Bersubsidi

- detikFinance
Rabu, 31 Mei 2006 14:44 WIB
Jakarta - Sebanyak 24 industri menyelewengkan BBM bersubsidi selama periode Maret 2005 hingga April 2006. Nilai kerugian akibat penyelewengan BBM bersubsidi itu mencapai Rp 1,456 miliar.Angka itu merupakan hasil temuan Timdu Pemantau Pengawasan dan Pengendalian Penyalahgunaan Penyediaan BBM (Timdu BBM) yang melakukan pemeriksaan atas 82 industri seperti disampaikan oleh Ketuanya Slamet Singgih dalam konferensi pers di Wisma Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (31/5/2006).Dalam pemeriksaannya, Timdu BBM menemukan industri-industri nakal itu menggunakan modus operandi dengan cara membeli BBM secara ilegal atau membeli BBM bersubsidi dari SPBU.Potensi kerugian akibat pembelian BBM secara ilegal dan dari SPBU antara lain untuk minyak solar sebanyak 1.687 kiloliter (kl) atau setara Rp 1,399 miliar, minyak diesel sebanyak 5 kl setara Rp 4,15 juta, minyak tanah sebanyak 15.000 kl senilai Rp 52,61 juta, dan premium sebanyak 1 kl senilai Rp 0,60 juta."Ini adalah hasil dari temuan Timdu. Sementara potensi penyelewengan mungkin lebih besar dari angka ini karena kita tidak bisa mengawasi semuanya," ujar Slamet.Rincian dari industri nakal itu adalah 20 industri membeli BBM secara ilegal dan 4 industri membeli BBM dari SPBU. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads