Nekat Adu Nasib ke Kota Padahal Belum Tentu Dapat Kerja, Ini Bahayanya

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 14:01 WIB
Pengangguran
Foto: Fuad Hasim
Jakarta -

Kota-kota besar masih menjadi daya tarik warga desa untuk mengadu nasib. Fenomena urbanisasi itu diperkirakan akan marak terjadi usai Lebaran.

Melonjaknya urbanisasi usai Lebaran bisa memberi dampak negatif jika belum ada kepastian kerja. Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar mengatakan jumlah pengangguran terbuka di kota akan semakin besar lagi.

"Ketika terjadi urbanisasi di sini, maka daya angkatan kerja, tingkat pengangguran terbuka di kota akan semakin meningkat. Kalau selama ini tingkat pengangguran terbuka kota dengan desa lebih tinggi di kota, sekarang akan lebih besar lagi," kata Timboel kepada detikcom, Jumat (6/5/2022).

Hal itu membuat orang tidak jarang terpaksa melakukan tindakan yang menghalalkan segala cara, termasuk tindak kriminal untuk bisa dapat penghasilan.

"Dampaknya terhadap kriminalitas itu sudah teori lama kalau tidak bekerja, mereka di sisi lain harus hidup," tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho. Dia menambahkan bahwa perantau terancam memiliki utang di kota karena kehabisan uang jika tak kunjung mendapat pekerjaan.

"Bahayanya adalah seandainya uang bekal kita sudah habis ketika belum dapat kerjaan atau income, tentu akan membuat kita kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga kita harus meminjam uang kepada kenalan, yang resikonya kita belum bisa kembalikan uang tersebut sebelum kita punya penghasilan," tandasnya.

(aid/dna)