Perusahaan Induk Smart Akan Cari Pinjaman US$ 150 juta
Rabu, 31 Mei 2006 23:31 WIB
Jakarta -
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Smart Corporation Tbk(SMART)menyetujui perusahaan induknya Golden Agro Resources yang berlokasi di Singapura untuk mencari pinjaman (inter loan company) sebesar US$ 150 juta."Diharapkan pinjaman tersebut cair dalam tahun ini dan akan diberikan kepada beberapa anak perusahannya termasuk PT Smart," kata Direktur PT Smart Budi Wijana dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (31/5/2006). Namun menurutnya, asal pinjaman tersebut belum ditentukan apakah melalui pinjaman ke bank asing atau melalui penerbitan obligasi. "Sejauh ini belum ada perjanjian kepada pihak-pihak tertentu terkait dengan pinjaman tersebut," tambahnya.Smart yang merupakan produsen minyak goreng merek Filma juga akan terus melakukan ekspansi kebun tahun ini seluas 8 ribu hektar. Budi menjelaskan, pada 2005 luas areal perkebunan Smart meningkat 3.746 hektar menjadi 102.556 hektar. Sedangkan tandan buah segar (TBS) sawit yang dipanen meningkat sebesar 13,4 persen menjadi 1,91 juta ton dari 1,69 juta ton pada tahun sebelumnya."Saat ini perseroan juga mulai membangun pabrik penyulingan minyak di Kalimantan Selatan dengan kapasitas sebesar 1.000 ton per hari dan diperkirakan dapat beroperasi pada 2007," ujar Budi.Budi menambahkan selama 2005, pendapatan perseroan mencapai nilai tertinggi selama perusahaan berdiri, yakni sebesar Rp 4,66 triliun. Demikian juga perolehan laba bersihnya Rp 304 miliar yang merupakan nilai tertinggi selama perusahaan tersebut berdiri."Sedangkan pada kuartal pertama 2006, perolehan laba bersih Smart mencapai Rp 231 miliar," jelas Budi.
(ndr/)










































