ADVERTISEMENT

Biden Bertemu Pimpinan Buruh, Starbucks 'Ngambek' Nih!

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 07 Mei 2022 09:30 WIB
Logo Starbucks
Starbucks/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Starbucks meminta pertemuan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden setelah serikat pekerja bertemu dengan pejabat Gedung Putih pada Kamis (5/5) waktu setempat.

Menurut Starbucks, dalam sebuah surat bahwa sebetulnya sebagian besar karyawannya tidak ingin menjadi anggota serikat pekerja.

Starbucks sangat menyayangkan bahwa Workers United, serikat pekerja yang mengorganisir ratusan gerai Starbucks di AS diundang ke pertemuan Kamis lalu tanpa mengundang perwakilan resmi perusahaan. Namun, Gedung Putih menolak berkomentar mengenai surat yang dilayangkan ini.

Pada Kamis lalu, Biden bertemu dengan pekerja dan penyelenggara tenaga kerja yang mewakili pekerja di Amazon.com Inc, Starbucks, dan penyelenggara tenaga kerja lainnya.

Pertemuan itu dihadiri Kepala Serikat Buruh Amazon Christian Smalls dan karyawan Starbucks yang bergabung dengan Workers United, Laura Garza.

Selama pertemuan itu, Biden menegaskan dirinya berpihak kepada para buruh. "Ketika saya mencalonkan diri sebagai presiden, saya membuat komitmen bahwa saya akan menjadi presiden serikat pekerja yang paling pro-buruh dalam sejarah Amerika," katanya dalam video yang dirilis Gedung Putih dikutip dari Reuters, Sabtu (7/5/2022).

Starbucks malah bilang begini... Cek halaman berikutnya.

Simak juga 'Starbucks, Coca-Cola hingga McDonald's Cabut dari Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



Starbucks Klaim Pegawai Ogah Gabung Serikat Pekerja

Starbucks menyatakan dalam suratnya bahwa perwakilan pegawai yang menghadiri pertemuan tersebut tidak menjelaskan kondisi sebenarnya bahwa menolak bergabung dengan serikat pekerja. Mitra yang dimaksud Starbucks mengacu pada barista dan karyawan lainnya.

Para pekerja di lebih dari 50 gerai Starbucks AS telah memilih untuk bergabung dengan Workers United, sementara di lima gerai memilih menentang serikat pekerja. Jumlah suara itu diambil dari sekitar 240 gerai Starbucks.

Artinya masih ada 200 gerai lagi yang belum menentukan pilihan. Workers United merupakan afiliasi dari Service Employees International Union.

"Kami memiliki visi yang jauh lebih positif untuk mitra dan perusahaan kami daripada Workers United," tegas Starbucks.

Workers United mencuit di Twitter pernyataan Garza terkait surat yang dilayangkan Starbucks, "Memilukan untuk membaca tanggapan Starbucks." Dia berkata bahwa merasa terhormat untuk mewakili semua mitra Starbucks pada pertemuan itu.

Sebagai informasi, pada pertemuan Kamis itu juga, Ketua Komite Anggaran Senat AS Bernie Sanders melakukan dengar pendapat tentang praktik perburuhan Amazon dan bulan lalu memuji karyawan Starbucks yang ingin berserikat.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT