Elon Musk Beli Twitter Didesak Donald Trump, Beneran Nggak Sih?

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 07 Mei 2022 12:30 WIB
FILE PHOTO: Tesla Motors CEO Elon Musk reveals the Tesla Energy Powerwall Home Battery during an event in Hawthorne, California, U.S., April 30, 2015.  REUTERS/Patrick T. Fallon/File Photo
Elon Musk Beli Twitter Didesak Donald Trump, Beneran Nggak Sih?/Foto: Reuters
Jakarta -

Elon Musk dengan tegas membantah klaim CEO Trump Media & Technology Group, Devin Nunes yang menyatakan Musk membeli Twitter karena didorong oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Ini salah. Saya tidak berkomunikasi secara langsung atau tidak langsung dengan Trump, yang telah menyatakan kepada publik bahwa dia hanya akan menggunakan Truth Social," kicau Elon Musk di Twitter dikutip dari CNBC, Sabtu (7/5/2022).

Nunes dalam sebuah acara televisi mengatakan aplikasi media sosial milik Trump, Truth Social mendukung langkah Elon Musk membeli dan mengembalikan Twitter menjadi perusahaan tertutup. Sikap ini menimbulkan pertanyaan karena Truth Social merupakan pesaing Twitter.

"Presiden Trump, pada dasarnya sebelum Elon Musk membelinya, sebenarnya mengatakan (kepada Musk) untuk membeli karena Anda tahu tujuan perusahaan kami adalah membangun komunitas di mana orang-orang berada dalam lingkungan yang ramah keluarga dan aman," kata Nunes.

Nunes menegaskan, desakan Trump kepada Elon Musk untuk membeli Twitter sesuai dengan misi Truth Social.

"Itulah mengapa kami mendorong Elon Musk untuk membelinya, karena seseorang harus terus melawan para tiran teknologi ini. Donald Trump ingin memastikan bahwa rakyat Amerika mendapatkan suara mereka kembali dan bahwa internet terbuka dan itulah yang kami lakukan. Dan orang-orang seperti Elon Musk melakukan apa yang dia lakukan, Anda tahu kami pasti mendukungnya," kata Nunes.

Twitter melarang Trump menggunakan platformnya sejak Januari 2021. Alasannya, untuk menghindari ujaran kebencian dan penghasutan kekerasan.

Tindakan ini diambil Twitter setelah pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Kongres AS pada 6 Januari 2021 untuk mengganggu proses sertifikasi kemenangan Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS 2020.

Pada akhir April lalu, Trump mengatakan dia tidak akan kembali ke Twitter bahkan jika Elon Musk mengambil alih dan mencabut larangannya.

"Tidak, saya tidak akan kembali ke Twitter. Saya akan berada di Truth Social dalam seminggu. Ini sesuai jadwal. Sudah banyak yang mendaftar," ujarnya.

"Saya suka Elon Musk. Saya sangat menyukainya. Dia individu yang luar biasa. Kami melakukan banyak hal untuk Twitter ketika saya berada di Gedung Putih. Saya kecewa dengan cara saya diperlakukan oleh Twitter. Saya tidak akan kembali ke Twitter," kata Trump.

(ara/ara)