Janji Ratu Elizabeth II: Genjot Pertumbuhan Ekonomi-Berantas Kesenjangan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 10:28 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 29: Queen Elizabeth II takes her seat at Westminster Abbey for the Service of Thanksgiving for the Duke of Edinburgh on March 29, 2022 in London, England. (Photo Richard Pohle - WPA Pool/Getty Images)
Foto: Getty Images/WPA Pool
Jakarta -

Inggris menggelar acara State Opening Parlemen hari ini pada waktu setempat. Dalam acara itu, akan ada pidato dari Ratu Elizabeth II yang diwakilkan oleh Pangeran Charles dan Pangeran William.

Mengutip dari BBC, Selasa (10/5/2022) pidato atas nama Ratu tersebut akan mengumumkan 38 RUU termasuk undang-undang. Aturan itu termasuk untuk meringankan biaya hidup dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ketidakhadiran Ratu karena sakit gangguan gerak. Hal ini telah diumumkan Istana Buckingham, Senin (9/5) kemarin. Pangeran Charles dan Pangeran William yang akan membuka State Opening Parlemen sekaligus menyampaikan pidato pada 11.30 waktu setempat atas nama Ratu.

Pidato akan dibuka dengan janji untuk menumbuhkan ekonomi, meringankan beban keuangan rumah tangga dan mengejar program peningkatan level pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan regional di Inggris.

Dalam debat House of Commons setelah pidato tersebut, Perdana Menteri Boris Johnson diperkirakan akan membahas mengenai bagaimana pemerintah bisa menciptakan lapangan kerja dengan upah tinggi dan keterampilan tinggi.

Dalam RUU yang baru juga akan ada aturan yang tegas untuk untuk kelompok protes, dengan hukuman maksimum 12 bulan jika mengganggu infrastruktur nasional utama seperti bandara, kereta api, dan mesin cetak.



Simak Video "Hologram Ratu Elizabeth II 69 Tahun Lalu Muncul di Parade"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)