ADVERTISEMENT

Makan-makan Hari Lebaran Beres, Segini Lagi Lagi Stok Cadangan Beras RI

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 15:08 WIB
Pekerja mengangkut beras saat proses penyaluran beras ke pasar-pasar di Gudang Perum BULOG Sub Divre Serang, Banten, Senin (5/4/2021). Dirut Perum BULOG Budi Waseso menyatakan, stok beras Bulog hingga April 2021 mencapai 1 juta ton cukup untuk kebutuhan puasa dan lebaran serta akan terus menyerap gabah hasil panen petani dengan target cadangan beras pemerintah (CBP) bisa mencapai 1,4 juta ton hingga akhir Mei sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang memastikan tidak akan mengimpor beras hingga Juni mendatang. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww.
Foto: ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN
Jakarta -

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso alias Buwas melaporkan saat ini, pasca Ramadan jumlah stok beras yang tersimpan di gudang-gudang BULOG seluruh Indonesia kurang lebih 1 juta ton. Dia mengklaim angka itu merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu 1 - 1,5 juta ton.

Kemudian karena masih masuk masa panen, Buwas mengatakan maka angka stok tersebut masih akan terus meningkat karena Bulog masih terus menyerap hasil panen petani.

"Stok beras 1 juta ton itu CBP (cadangan beras pemerintah) tetapi kita juga ada untuk pemenuhan kepentingan komersial. Jadi di sini ada kita menyerap CBP maupun komersil. Hitunganya itu, dalam jumlah 1-1,5 juta ton itu stok kita aman sampai hari ini yang ada di pasar atau di pengusaha-pengusaha beras dan termasuk petani-petani," kata Budi Waseso, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Selasa (10/5/2022).

"Untuk komoditas utama yang kami kuasai yaitu beras jumlahnya sangat aman ada 1 juta ton, ditambah lagi saat ini Bulog masih melakukan pengadaan gabah beras petani di seluruh Indonesia dan hingga saat ini kami sudah menyerap sebanyak 256 ribu ton. Jadi stok beras ini akan terus bertambah," tambahnya.

Buwas juga meyakini pihaknya berhasil menjaga stabilitas harga dan pasokan beras selama libur lebaran. Perum Bulog sendiri berupaya memenuhi kebutuhan pangan lainnya seperti daging beku, gula dan komoditas lain sehingga harganya tetap stabil sampai dengan saat ini.

Ia menambahkan, Bulog akan terus melaksanakan penugasan yang diberikan oleh Pemerintah dengan maksimal. "Dengan kekuatan sarana infrastruktur yang dimiliki oleh Bulog ditambah dengan pengalaman menyalurkan berbagai bantuan sosial makan Bulog siap menjalankan penugasan yang diberikan", tambah Budi Waseso.

Selain menjalankan penugasan ketersediaan daging kerbau beku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging, Perum Bulog juga membantu pendistribusian minyak goreng melalui skema komersial. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menekan harga minyak goreng curah hingga mencapai harga yang diharapkan pemerintah.



Simak Video "Saran Ombudsman untuk Menko Perekonomian dan Bulog soal Impor Beras"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT