Mentan Puji Pupuk Indonesia Topang Kinerja Sektor Pertanian RI

Erika Dyah - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 16:45 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memuji kontribusi PT Pupuk Indonesia dalam peningkatan kinerja sektor pertanian
Foto: Dok. Pupuk Indonesia
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memuji kontribusi PT Pupuk Indonesia dalam peningkatan kinerja sektor pertanian. Menurutnya, Pupuk Indonesia dan anak usahanya mampu menjamin ketersediaan pupuk yang dibutuhkan dalam sektor pertanian.

Hal ini diungkapkan dalam kunjungan kerja serta halal bihalal di PT Petrokimia Gresik, Selasa (10/5). Dia menceritakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang berhasil tetap tumbuh walaupun tengah pandemi COVID-19.

"Dua tahun terakhir ini memang saya mau kasih data, dari dua tahun turbulence tidak ada data yang naik, hanya satu sektor saja, ini data BPS (Badan Pusat Statistik), yang naik hanya pertanian, kenapa? Karena adanya pupuk Petrokimia yang tumbuh," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022).

Lebih lanjut, Mentan memaparkan kinerja ekspor naik 15,79% di tahun 2020 dan naik 38,69% di tahun 2021. Kinerja sektor pertanian juga terlihat dari data nilai tukar petani (NTP) yang sudah berada di level 109 dari target yang direncanakan dalam APBN di level 104-105.

Syahrul menilai dengan kinerja pertanian yang tumbuh menunjukkan pemerintah berhasil memenuhi kebutuhan komoditas pangan utama seperti beras nasional.

"Impor sudah 3 tahun tidak ada impor beras, orang bilang kalau tidak impor beras akan menjadi bencana, ternyata nggak tuh, karena ada Pupuk Indonesia dan Petrokimia yang kerja di lapangan," ungkapnya.

Meski demikian, Syahrul mengungkap masih ada beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sektor pertanian. Mulai dari penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan, perubahan iklim yang esktrem, hingga perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada pasokan bahan baku pupuk.

"Kita menghadapi ancaman dunia yaitu krisis yang berlapis dan semua tentang pangan. Lalu tantangan energi, fosfat jadi mahal, semua impor yang dijadikan pupuk itu bersoal, karena tiba-tiba lagi ada perang, kita banyak tergantung, kalau begitu kalau kita tidak hati-hati besok akan bersoal," jelasnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya. Langsung klik