Anak Diktator Marcos Menang Pilpres Filipina, Harta Keluarganya 'Segunung'

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 17:11 WIB
Ferdinand Marcos Jr atau yang akrab dipanggil Bongbong menunjukan formulir pendaftaran pilpres Filipina di Manila, Rabu (6/10/2021). Ia merupakan putra dari mantan diktator Filipina, Ferdinand Marcos.
Foto: Rouelle Umali/Pool Photo via AP
Jakarta -

Ferdinand Marcos Jr. berhasil menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) Filipina pada Senin (9/5/2022) kemarin. Ferdinand Marcos Jr. juga dikenal dengan julukan Bongbong.

Kemenangan itu, takkan mewakili kebangkitan luar biasa bagi keluarganya setelah 36 tahun tidak berkuasa, setelah ayahnya digulingkan dari jabatannya.

Dilansir dari BBC, Selasa (10/5/2022), pria bernama lengkap Ferdinand Romualdez Marcos merupakan putra dari Presiden Kesepuluh Filipina, Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos yang dikenal sebagai presiden terkaya Filipina. Marcos Senior menjadi presiden dari tahun 1965 hingga 1986.

Meskipun pertama kali menjadi presiden pada tahun 1965, Marcos Senior telah mengambil kendali penuh atas Filipina pada tahun 1972. Marcos dan keluarganya sering mengatakan bahwa kekayaan mereka diperoleh secara sah.

Selama 20 tahun pernah berkuasa, Marcos Senior dan istrinya Imelda diduga berhasil menjarah kekayaan sekitar US$ 10 miliar atau setara Rp 143 triliun (kurs Rp 14.300) uang publik. Mirisnya, kekayaan itu didapatkan ketika jutaan orang di Filipina hidup dalam kemiskinan ekstrim.

Sosok Imelda Marcos juga dikenal dengan gaya hidup yang glamor. Gaya hidupnya itu kerap menjadi banyak perhatian publik. Ia sangat gemar mengoleksi barang-barang mewah.

Imelda juga dikenal sering berkeliling dunia untuk membeli sepatu mewah dari para desainer. Koleksinya ada sekitar lebih dari 3.000 pasang sepatu, yang ditemukan di istana kepresidenan Filipina setelah keluarga mereka melarikan diri.

Dikutip dari Reuters, Imelda pernah divonis dalam kasus korupsi pada 2018. Pengadilan memutuskan bahwa kasus tersebut melibatkan transfer uang yang nominalnya lebih dari US$ 300 juta atau setara Rp 4,2 triliun.

Setelah kembali dari pengasingan pada 1990-an, Marcos Jr menggunakan kekayaan dan koneksi keluarganya untuk membangkitkan ambisi politik mereka, menjadi gubernur provinsi, anggota kongres dan kemudian senator.

Walaupun profil keluarganya pernah dicap buruk, Marcos Jr berupaya untuk membangun kembali pengaruh politik keluarga mereka. Hal itu kian dibuktikan dengan kemenangannya pada Pilpres Filipina saat ini.

(fdl/fdl)