Airlangga Prediksi Ekonomi Kuartal II Tumbuh 3,5% Sampai 4%

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 15:32 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 akan tumbuh 3,5% sampai 4%.

"Indeks keyakinan konsumen selama behaviour di bulan Ramadan dan selama mudik hingga momen lebaran, diperkirakan kuartal II 2022 kita bisa mencapai angka 3,5% sampai 4%," ucap Airlangga dalam Green Economy Indonesia Summit 2022, Rabu (11/3/2022).

Prediksi ini diyakini melihat pertumbuhan pada kuartal I yang lebih tinggi dari negara maju China dan Amerika Serikat (AS). Adapun angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 5,01%.

"Hasil daripada kegiatan 2 tahun menangani COVID-19 dan vaksin, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01% lebih tigngi dari berbagai negara seperti China, Amerika Seriat, hanya kita di bawah Vietnam itupun hanya lebih sedikit nol koma. Pertumbuhan ekonomi 5% kita bisa pertahankan sejak kuartal IV-2021 dan kuartal I-2022," lanjutnya.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan selama kuartal I 2022 yang menyumbang peningkatan ekonomi yakni kegiatan ekspor, impor dan investasi.

"Di kuartal pertama yang menggembirakan tidak lagi dari belanja pemerintah, karena perlindungan sosial sudah turun, tetapi dari kegiatan ekspor dan impor serta investasi yang dilakukan masyarakat," tutur Airlangga.

Meski demikian, Airlangga mengingatkan Indonesia masih dibayangi risiko pandemi COVID-19. Walaupun pasca mudik lebaran kasus COVID-19 telah menurun, bahkan tidak ada lonjakan.

"Setelah lebih dari 80 juta orang mudik lebaran, menurut indikasi monitor sampa hari ini tidak ada lonjakan kasus. Walaupun berdasarkan data, kasus akan naik pada hari ke 24. Tetapi sekali lagi kasus naik ini berkaitan dengan varian baru, varian delta dan omicron," ungkapnya.

Airlangga melaporkan juga, berdasarkan survei dari Kementerian Kesehatan lebih dari 99% orang di Pulau Jawa sudah memiliki kekebalan imunitas, baik itu sudah divaksin 3 dosis maupun sudah terpapar COVID-19.

"Sehingga dengan demikian kekebalan lebih baik. Menggunakan masker adalah suatu kewajiban, prokes harus tetap dijaga, booster harus terus didorong. Berdasarkan lesson learn COVID19, ada 3 kunci untuk menghadapi pandemi terutama berbasis paru-paru adalah masker, sosial distancing, dan vaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Airlangga Diundang Nonton Piala Dunia 2022 oleh Menkeu Qatar"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)