Kementan Mau Impor Vaksin Buat Bendung Wabah PMK

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 18:10 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR-RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) berencana mengimpor vaksin untuk mengatasi wabah mulut dan kuku (PMK) pada hewan. Itu merupakan langkah sementara untuk meredam penyebaran virus dilakukan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya akan mengimpor vaksin. Impor vaksin ini hanya sementara.

"Oleh karena itu dalam waktu 14 hari pak Dirjen akan kita tugaskan untuk menghadirkan vaksin impor yang jumlahnya tidak banyak, hanya untuk menunggu kelahiran vaksin yang ada," jelasnya di Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2022).

Syahrul mengungkapkan berdasarkan keterangan ahli di Kementan antivirus PMK bisa diproduksi. Hal ini hanya masalah waktu.

"Menurut para expert kita di Kementan ini bisa dibuat antivirusnya, sampai kaya virus flu burung itu kita buat sendiri. Cuma sekarang ini masalah waktu. Kita dikejar kecepatan waktu dan kecepatan virus," paparnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan sedang mengkaji jumlah vaksin yang akan diimpor.

Kemudian, soal vaksin nasional harapannya dalam waktu dekat bisa dibuat karena Indonesia pernah membuatnya sebelum kebebasan PMK, hanya saja stereotipenya berbeda.

"Jadi kita harus buat ulang lagi, tapi instrumen, ahlinya, peralatannya ada di kita," katanya.

Nasrullah mengatakan vaksin PMK akan disebar ke seluruh Indonesia.

(ara/ara)