Jualan di Zaman Sekarang Harus Pakai 'Robot' Kalau Mau Laris

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 12:16 WIB
Security CCTV camera, surveillance technology and show application Artificial Intelligence AI tools icon on screen display.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Sitthiphong
Jakarta -

Biginsight mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penguatan transformasi digital di Indonesia. Transformasi digital ini berpotensi mengembangkan iklim bisnis ke arah yang lebih efisien.

Salma Tarizkq Noor, GTM Strategy & Ops. Manager Biginsight menjelaskan jika AI dapat membantu pengusaha menemukan target bisnis yang relevan. Melalui teknologi AI konsumen pun dipermudah dalam menemukan produk yang dicari.

"Untuk mengatasi tantangan umum dalam proses transformasi digital dengan AI, melalui Biginsight setiap pelaku bisnis dapat meningkatkan akurasi perkiraan target sasaran pelanggan hingga 99%," katanya dalam acara Bincang-bincang Media di Artotel Thamrin, Kamis (12/5/2022).

Menurutnya transformasi digital AI mampu menyajikan penawaran unik dan relevan secara tepat. Selain itu Biginsight punya teknologi AI yang membantu digital marketer menjalankan bisnisnya secara otomatis. Misalnya proses input data atau pembuatan desain yang tidak lagi harus manual.

Cief Operating Officer IYKRA Nabil Badjri berujar banyak potensi bisnis yang bisa dieksplorasi lewat implementasi AI. Harapannya dengan transformasi digital melalui AI eksekusi bisnis akan lebih optimal.

Menurut Nabil peran AI terhadap bisnis Indonesia harus dioptimalkan. Bisnis digital adalah bisnis berbasis data. AI merekam setiap aktivitas pengguna di internet sehingga menyajikan data yang lebih akurat.

Perkembangan AI di Indonesia cukup signifikan sejak tahun 2000. Selain jumlah penduduk yang banyak, pengguna internet juga membantu proses transformasi digital. Apalagi Indonesia adalah pengguna media sosial paling aktif kedua di dunia sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik.

Ario Saptomo, pelaku digital marketing di bidang ritel mengungkapkan hal yang sama. "AI mempermudah kita untuk lebih relevan kepada kebutuhan customer kita nanti," imbuhnya.

Ario menjelaskan jika bisnis ritel sempat tumbang di awal pandemi COVID-19. Banyak toko menutup usahanya akibat kehilangan jangkauan bisnis terhadap customer. Berkaca dari situasi ini ia berpendapat jika pemanfaatan AI akan menyelamatkan pengusaha dari situasi semacam itu.

Dari survei Coorporate Executive and PTC, transformasi digital memberi dampak positif di banyak sektor bisnis. Ada peningkatan efisiensi operasional sebesar 40%, peningkatan kualitas produk 26%, dan memperkenalkan sumber pendapatan baru 21%.



Simak Video "Laris Manis Bisnis Hampers Hari Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)