Airnav Cerita Tantangan Mudik Lewat Langit: Erupsi Gunung hingga Balon Udara

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 14:44 WIB
Balon udara terbang liar di langit Kota Pekalongan, Senin (9/5/2022).
Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Jakarta -

Jumlah penerbangan mengalami lonjakan yang sangat tinggi sepanjang periode pos monitoring angkutan Lebaran tahun 2022. Hal itu terjadi karena masyarakat sebelumnya tidak diperbolehkan mudik.

"Tahun ini merupakan tahun yang cukup spesial bagi kami, karena selama pandemi COVID-19 berlangsung, inilah tahun tersibuk bagi kami dalam hal pengaturan lalu lintas penerbangan. Hal tersebut merupakan dampak kebijakan Pemerintah yang untuk pertama kalinya sejak tahun 2019 lalu, memperbolehkan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran," kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana Banguningsih Pramesti dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Secara keseluruhan selama periode posko, AirNav melayani sekurang-kurangnya 58 ribu penerbangan di 100 bandara di seluruh Indonesia. Hal tersebut meningkat sebesar 252% dibandingkan dengan jumlah pelayanan AirNav pada tahun sebelumnya.

Secara harian, puncak peningkatan jumlah pergerakan traffic yang tercatat mencapai 680%, yang terjadi pada tanggal 2 Mei 2022 atau pada hari H Lebaran.

"Meskipun ada pengaruh besar dari adanya lonjakan jumlah penerbangan yang memang sudah diprediksi sebelumnya akibat diperbolehkannya masyarakat melakukan perjalanan mudik, namun capaian ini tetap menjadi stimulus positif kebangkitan industri penerbangan di Indonesia," terang Polana.

Di samping itu, AirNav juga menghadapi sejumlah tantangan pada pelaksanaan monitoring angkutan udara Lebaran tahun ini. Pasalnya, periode posko diawali dengan adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan status gunung api tersebut ditingkatkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi ESDM dari level Waspada menjadi Siaga pada tanggal 24 April 2022.

Kendati tidak ada operasional penerbangan yang terdampak oleh kondisi tersebut, namun AirNav tetap menyiapkan contingency plan dan simulasi pengaturan operasional penerbangan, termasuk dengan skema pengalihan rute untuk mengantisipasi adanya gangguan sewaktu-waktu.

Periode posko juga diakhiri dengan adanya laporan volcanic ash dari aktivitas erupsi Gunung Semeru pada tanggal 8 Mei 2022. Dengan metode yang sama, AirNav menyiapkan skenario cadangan untuk pengaturan lalu lintas penerbangan dengan melakukan koordinasi yang intens dengan stakeholder penerbangan terkait, termasuk dengan menerbitkan sejumlah ASH NOTAM (ASHTAM) selama periode berlangsung.

Tantangan terberat yang dihadapi oleh AirNav sepanjang periode angkutan udara Lebaran tahun ini justru datang dari hal-hal yang seharusnya dapat dicegah sebelumnya, yakni adanya laporan
balon udara liar yang diterbangkan secara bebas di sejumlah daerah di pulau Jawa.

Selama periode berlangsung, AirNav mendapatkan sedikitnya 38 Pilot Report (PIREP) yang melihat adanya balon udara liar di ruang udara yang mereka terbangi dengan ketinggian berkisar antara 4000 hingga 35000 kaki di atas permukaan air laut. Laporan tersebut didapatkan dari 5 (lima) Cabang AirNav, di antaranya Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Cabang Semarang, Cabang Solo, Cabang Yogyakarta, dan Cabang Denpasar.

Salah satu laporan bahkan menyebutkan bahwa salah satu balon udara tersebut nyaris terbang mengenai sayap pesawat terbang, yang mana dapat berakibat fatal jika benar-benar terjadi gesekan antara balon tersebut dengan badan pesawat.

"AirNav berkoordinasi dan berperan serta secara intensif dengan stakeholder penerbangan, di antaranya dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaui Direktorat Keamanan Penerbangan (Dirkampen), Direktorat Navigasi Penerbangan (Dirnavpen), OTBAN III Surabaya, OTBAN IV Bali, serta Pemerintah Daerah dan aparat keamanan setempat di sejumlah daerah termasuk Pekalongan, untuk memantau laporan aktivitas balon udara liar dan melakukan langkah-langkah antisipatif dan pencegahan potensi bahaya balon udara liar bagi penerbangan, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat dan sweeping ke sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi daerah asal balon udara liar," terang Polana.

"Segala upaya telah kami lakukan bersama. Namun fakta di lapangan membuktikan bahwa upaya ini masih harus ditingkatkan di masa yang akan datang. AirNav siap berkontribusi," imbuhnya.



Simak Video "Tak Ganggu Penerbangan, Ini Contoh Festival Balon Udara yang Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)