Susu Formula Bayi Langka di AS, Bakal Terjadi Juga di RI?

Aldiansyah Nurrahman, Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 17:11 WIB
Empty shelves show a shortage of baby formula at a Walgreens store in San Antonio, Texas, U.S. May 10, 2022. REUTERS/Kaylee Greenlee Beal
Foto: REUTERS/Kaylee Greenlee Beal
Jakarta -

Sebagian wilayah di Amerika Serikat (AS) mengalami kelangkaan susu formula bayi dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu penyebabnya adalah penarikan sejumlah produk akibat tercemar bakteri salmonella.

Menurut Ketua Gabungan Koperasi Produksi Susu Indonesia Dedi Setiadi, pencemaran bakteri salmonella pada susu bayi tidak akan terjadi di Indonesia selama SOP produksi dijalankan dengan baik.

"Selama pemilihan bahan baku yang tepat, pengolahan yang higienis dan menerapkan SOP yang ketat nggak deh, Indonesia kira-kira aman," kata Dedi kepada detikcom, Kamis (12/5/2022).

Dedi menjelaskan jika susu formula bayi dipilih dan diproses lewat SOP ketat sehingga potensi terkontaminasi bakteri salmonella dapat diminimalisir. Selain itu Indonesia tidak mengimpor produk susu bayi dari AS.

Oleh karena itu dirinya mengaku sangat yakin tidak ada tanda-tanda Indonesia akan mengalami hal serupa.

"Karena yang di AS itu bakteri Salmonella yang paling diisukan. Kalau di kita sih kelihatannya tidak" ungkapnya.

Dedi menjelaskan bakteri Salmonella itu bukan bakteri yang berasal dari susu, melainkan bakteri yang berasal dari luar yang mencemarkan susu.

"Bukan bakteri susunya, tapi dari cemarannya, bisa dari air, bisa dari kotoran sapinya dan lain-lain. Bisa kena itu," tuturnya.

Dedi mengaku tidak mengerti kenapa negara sekelas AS susu formula bayinya bisa tercemar bakteri itu. AS yang diketahuinya adalah negara yang sangat ketat dari peternakannya hingga pabriknya.

Dedi juga merasa yakin dengan keamanan produk susu Impor dari luar negeri. Menurutnya susu impor sudah disterilisasi lewat pemanasan 100 derajat celcius lebih sehingga aman dikonsumsi.

"Kita ini didominasi oleh susu-susu yang kekurangannya kan dari Australia dan New Zealand," katanya. Indonesia mengimpor produk susu dari Australia dan New Zealand dalam bentuk skimmed milk powder.

"Hanya memang kalo dilihat bahwa impor susu bubuk Indonesia dari luar itu sekitar 80%. karena Indonesia baru mampu mencukupi kebutuhan nasional sebesar 20%," sambung dia. Dedi menjelaskan Indonesia masih mengimpor susu dari Amerika. Namun jumlahnya sedikit dan bukan produk susu formula bayi.

Sebelumnya terjadi kelangkaan susu formula bayi di beberapa negara bagian di Amerika serikat. Foto kosongnya rak susu bayi tersebar di media sosial dan menambah kekhawatiran. Beberapa ritel juga membatasi pembelian susu bayi antara empat sampai lima buah dalam sekali transaksi.

Tersendatnya pasokan di Amerika diperparah dengan ditutupnya produsen susu formula bayi, Abbott Nutrition di Michigan oleh Food and Drug Administration. Sebanyak tiga brand susu formula bayi ditarik pada Februari lalu terkait infeksi bakteri, termasuk Salmonella.



Simak Video "Susu Formula Bayi di AS Langka Akibat Kontaminasi Salmonella"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)