Kronologi Fahri Hamzah Sentil Erick Thohir Menteri Pencari Cuan

ADVERTISEMENT

Kronologi Fahri Hamzah Sentil Erick Thohir Menteri Pencari Cuan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2022 14:05 WIB
Fahri Hamzah, wakil ketua DPR-RI
Foto: Luthfy Syahban
Jakarta -

Politisi Fahri Hamzah menyebut salah satu menteri Jokowi adalah 'pedagang' pencari cuan. Hal ini disampaikan pada Kamis, 12 Mei lalu.

Saat itu Fahri menyebut jika menteri-menteri ini menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadinya. Salah satunya mencari cuan dan popularitas.

Fahri mengungkapkan sebaiknya menteri itu mengundurkan diri. "Kabinet babak belur padahal masih 2,5 tahun. Ketika krisis tapi menteri pada cari 'cuan' dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri," ujar Fahri, dalam keterangannya, dikutip Jumat (13/5/2022).

Nah nama Erick disebut-sebut masuk dalam daftar menteri pedagang pencari cuan. Hal ini karena sesuai dengan menteri yang berasal dari kalangan pengusaha.

Fahri meminta menteri ini untuk bertugas dan tidak mencampuri dengan urusan berdagang untuk biaya kampanye.

Dari beberapa menteri yang berlatar belakang pengusaha, Fahri menyinggung Menteri BUMN Erick Thohir. Fahri menilai Erick Thohir memiliki kekuatan yang paling besar karena mengontrol BUMN.

"Di antara semua yang mendapat kepercayaan memang yang powernya paling besar adalah Erick karena mengontrol BUMN yang strukturnya lebih kuat dari struktur pemerintah pusat," tutur Fahri.

Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir Arya Sinulingga. Dia menyebut ketika Fahri menjadi pimpinan DPR tak ada kepedulian Fahri pada perusahaan pelat merah.

"Sebaiknya Bang Fahri Hamzah itu sadar diri juga ya. Karena di zamannya beliau, baik anggota DPR maupun pimpinan DPR, beliau nggak pernah peduli itu sama bagaimana BUMN-BUMN kita. Kan kita tahu, pengawasan kan dari DPR dan beliau kan ada di sana, dan beliau nggak pernah peduli itu," katanya kepada detikcom.

Saat ini, kata dia, BUMN-BUMN semakin bagus karena dibenahi. Perbaikan itu dilakukan pada BUMN yang rugi bahkan yang kondisinya parah.

"Sekarang, justru ketika BUMN-BUMN makin bagus, kita benahi, mulai yang rugi-rugi juga banyak kita perbaiki, yang kondisi parah kita restrukturisasi. Jiwasraya, Asabri, Krakatau Steel, Garuda semua itu kita benahi sekarang. Dan banyak sekali BUMN-BUMN yang makin berbenah dan makin bagus," paparnya.

Kembali, Arya menyinggung peran Fahri Hamzah ketika menjadi pimpinan DPR.

"Zamannya Bang Fahri kan, sebagai anggota DPR atau pimpinan DPR nggak peduli beliau sama BUMN, beliau punya wewenang. Jangan karena nggak punya jabatan lagi mulai teriak-teriak, pada masa punya jabatan harusnya Bang Fahri yang mengawasi BUMN-BUMN-nya dengan baik. Sekarang sudah kaya kondisi, kita perbaiki, baru ribut-ribu, dulu ke mana Bang Fahri," jelasnya.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT