Sindiran Bos Buruh: Gubernur Jakarta Belum Berhasil, Air Bersih di Jakut 1 Liter Mahal

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 14 Mei 2022 18:07 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal
Foto: (Anggi Muliawati/detikcom): Presiden KSPI Said Iqbal
Jakarta -

Buruh meramaikan Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam perayaan May Day atau hari buruh internasional. Dalam acara tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Said mempersoalkan harga air bersih di Jakarta Utara (Jakut) yang lebih mahal dibandingkan harga minyak goreng. Air bersih merupakan satu dari lima permintaan jaminan sosial buruh.

Menurut Said harga 1 liter air bersih mahal.

"Di Jakarta, Gubernur Jakarta, di Jakarta Utara belum berhasil. Harga air bersih satu liter lebih mahal daripada minyak. Tidak boleh ada di negara yang kaya," katanya.

Ia membandingkan dengan Presiden Turki Erdogan yang membeikan air bersih gratis kepada warganya.

"Yang keempat jaminan air bersih. Erdogan sebelum memenangkan Presiden Turki dengan dimulai dari Istanbul dengan memberikan orang jompo makan gratis seumur hidup, jalan-jalan seumur hidup, dan yang kedua orang di Istanbul boleh ambil air bersih gratis," kata Said di GBK, Senayan, Sabtu (14/5/2022).

Selain itu, masalah pengangguran turut disinggung oleh Said." Yang kelima jaminan pengangguran. Kita kalo nganggur negara harus hayar. Kenapa? Karena saat Anda bekerja, saya bekerja dan kita semua bekerja itu bayar pajak. Dan pajak itu harus disisihkan kepada negara dan pengusaha dari sisi keuntunhan perusahaan untuk namanya redistribusi kekayaan yang andil dan merata, " jelasnya.

Kepada buruh Said juga berorasi terkait persoalan kelaparan. Menurutnya sebagai negara kita tidak boleh ada kejadian kelaparan di Indonesia.

"Haram hukumnya orang kelaparan di negeri yang kaya. Kita akan perjuangkan jaminan makanan," tutup Said.

Simak Video 'Apresiasi Kapolri di Aksi May Day: Kerja Keras Buruh, Ekonomi Tumbuh 5,01%':

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)