Mengintip Prospek Bisnis Telkom Tahun Ini, Masih Cerah?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 15 Mei 2022 22:31 WIB
Man using mobile phone with blank screen,business concept
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diprediksi masih akan cerah hingga akhir 2022. Hal ini sejalan dengan kinerja industri yang baik.

"Sebenarnya perusahaan tahun ini masih bagus, seperti yang diketahui, secara konsodilasi di industri juga baik, terefleksi dengan semuanya masih bertumbuh," jelas Equity Research Analyst Indo Premier Securities, Hans Tantio dalam keterangannya, Minggu (15/5/2022).

Selama pandemi, saham-saham telekomunikasi diketahui cukup bertumbuh. Namun menurut Hans, dengan adanya pandemi COVID-19 maupun tidak, Telkom akan terus bertumbuh.

"Penggunaan data usage dan growth itu selalu tumbuh, biasanya setelah mencapai titik tertentu di kuartal ini menjadi basis yang masih akan tumbuh lagi, bisa dikatakan penggunaannya dan akan stabil," ungkap Hans.

Selain itu, Hans juga menyebutkan kalau langkah Telkomsel sebagai anak usaha Telkom melakukan inovasi sinergi adalah langkah yang tepat. Menurut Hans, investasi yang dilakukan sejak 2020 ini menciptakan banyak sinergi dan paket-paket untuk mitra driver dan juga UMKM sendiri.

"Dengan adanya sinergi ini, penetrasi ke pengguna Telkomsel jadi meningkat, bisa dibilang misal mitra Gojek ada 2,5 juta orang dan ini tentu saja positif untuk Telkom," jelas Hans.

Di sisi lain, Hans mengungkapkan juga Telkom harus mewaspadai kondisi makro saat ini. Menurutnya, saat ini banyak guncangan pada makro ekonomi karena The Fed tengah terus menaikan suku bunga untuk menekan inflasi.

Telkom melaporkan laba bersih sebesar Rp 6,12 triliun pada periode tiga bulan pertama 2022, naik tipis 1,7% dari Rp 6,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tercatat mencapai Rp 35,2 triliun, naik 3,7% dari Rp 33,9 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu. Laba bersih per saham juga tercatat naik tipis menjadi Rp 61,76, dari sebelumnya Rp 60,71 pada kuartal I 2021.

Selama triwulan pertama tahun 2022, Telkom mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,7% yoy dalam pendapatan, dengan EBITDA dan laba bersih tumbuh sebesar 3,1% dan 1,7% yoy.

EBITDA tercatat Rp 19,39 triliun pada kuartal I 2022, dibandingkan dengan Rp 18,81 triliun pada kuartal I 2021.

Terkait penurunan harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang signifikan membuat Telkom harus membukukan unrealized loss atau kerugian yang belum terealisasi hingga Rp 811 miliar. Namun, Hans menilai kerugian yang belum teralisasi itu tidak ada efek kepada kinerja perseroan pada jangka menengah.

"Ini non cash item, ini biasanya di telko lihatnya EBITDA, ini item di bawah EBITDA. Ini non cash item tidak akan mengganggu kinerja sama sekali, ini hanya masalah akuntansi semata," ujar Hans.

(acd/dna)