Tak Gentar Ancaman Putin, 7 Negara Ini Terus Gencet Rusia

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 16 Mei 2022 08:30 WIB
A Russian flag flies outside the Consular Section of the Russian Embassy in London, Tuesday, Feb. 22, 2022. British Prime Minister Boris Johnson says the U.K. will introduce
Foto: BBC World: Negara-negara G7 tak gentar ancaman Presiden Putin, dan terus menekan Rusia dari sisi ekonomi maupun politik
Jakarta -

Ancaman balas dendam Presiden Rusia Vladimir Putin nampaknya hanya dianggap angin lalu. Negara-negara G7 bakal terus menekan Rusia dari sisi ekonomi dan politik.

Selain itu juga terus memasok senjata ke Ukraina sebagai amunisi perang. Sekadar informasi anggota negara G7 atau Group of Seven adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC.com, tindakan ini digambarkan sebagai perang gandum atau 'wheat war'. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerboc mengatakan perang ini dilakukan oleh Presiden Rusia.

"Apakah kita sudah cukup untuk menekan dampak perang ini? Ini bukan perang kita tapi perang Presiden Rusia tapi kita yang harus menanggung," kata Annalena dikutip dari CNBC.com, Sabtu (14/5/2022).

Mereka berupaya untuk menekan Rusia dengan mengeluarkan larangan pembelian minyak Rusia dengan negara di Uni Eropa. Diperkirakan minggu depan akan mencapai kesepakatan terkait masalah tersebut.

"Kami akan mempercepat langkah pengurangan dan tak akan lagi ketergantungan energi dari Rusia. Kami berkomitmen untuk menghapus atau menghentikan impor batu bara dan minyak dari Rusia," tulis pernyataan tersebut.

Selain itu para menteri juga menyebut akan kembali memberikan sanksi yang lebih berat kepada pelaku ekonomi, elit Rusia, lembaga pemerintah pusat dan militer Rusia.

Pertemuan juga membahas tentang keamanan pangan dan perang bisa meluas ke negara tetangga. Annalena menambahkan saat ini masih banyak orang-orang yang kelaparan di berbagai wilayah di dunia.

"Apa yang terjadi jika tak ada pasokan biji-bijian yang biasanya didapatkan dari Rusia dan Ukraina," tuturnya.

(hns/hns)