Profil 3 Perusahaan yang Nekat Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 16 Mei 2022 13:16 WIB
34 kontainer bahan baku minyak goreng diamankan di Medan
Foto: 34 kontainer bahan baku minyak goreng diamankan di Medan saat akan diekspor ke Malaysia (Datuk Haris/ detikSumut)
Jakarta -

TNI-AL mengamankan kapal MV Mathu Bhum di perairan Belawan, Medan karena mengangkut 34 kontainer berisi bahan baku minyak goreng. Rencananya bahan baku minyak goreng tersebut mau diekspor ke Malaysia.

Bahan baku minyak goreng tersebut milik tiga perusahaan. Rinciannya adalah lima peti kemas PT Permata Hijau Group (PHG), 15 peti kemas PT Inno Wangsa dan 14 sisanya PT Multimas Nabati Asahan.

"Setelah kita telusuri berdasarkan dokumen yang ada, 34 kontainer itu punya lima peti kemas milik PT Permata Hijau Group (PHG), 15 peti kemas dimiliki PT Inno Wangsa dan 14 sisanya milik PT Multimas Nabati," kata pengacara PT Regional Container Lines, Landen Marbun, dikutip Senin (16/5/2022).

Berikut profil ketiga perusahaan yang nekat ekspor bahan baku minyak goreng meski pemerintah melarangnya:

PT Multimas Nabati Asahan

Mengutip laman Badan Standardisasi Nasional, PT Multimas Nabati Asahan merupakan bagian dari Wilmar Group (Wilmar International). Perusahaan ini bergerak di industri agriculture sebagai produsen edible oil (minyak-lemak untuk konsumsi) berbasiskan minyak sawit.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Wilmar International Limited (Wilmar Group) yang merupakan salah satu pemain utama dalam industri agriculture dunia. PT Multimas Nabati Asahan
berdiri sejak 1996. Lokasi perusahaan adalah Jalan Access Road, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

PT Inno-Wangsa Oils & Fats

Perusahaan ini berdiri tahun 2011 di Medan, dan menjadi bagian dari Tanimas Group. PT. Inno-Wangsa Oils & Fats memfokuskan bisnisnya pada sektor kilang minyak dari industri kelapa sawit.
Produk buatan PT Inno-Wangsa diekspor ke pelanggan di seluruh dunia.

Mengutip dari laman resmi perusahaan, dipilihnya Medan sebagai lokasi adalah karena Sumatera sangat strategis sebagai lahan produsen sawit terbesar dunia. PT. Inno-Wangsa Oils & Fats melakukan pemurnian CPO untuk diproses menjadi RBD Palm Olein, RBD Palm Stearin (bahan baku margarin) , dan Palm Fatty Acid Distillate atau bahan baku pembuatan sabun cuci hingga pakan ternak.

Permata Hijau Group (PHG)

Permata Hijau Group adalah perusahaan sawit yang didirikan tahun 1984. Perusahaan ini memproduksi produk olahan sawit yang diekspor hingga ke luar negeri, dikutip dari laman resmi Permata Hijau Group.

PHG merupakan anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), asosiasi industri kelapa sawit yang bertujuan mengembangkan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan. Permata Hijau Group mengklaim bahwa perusahaannya menjadi produsen kelapa sawit yang terintegrasi penuh dan salah satu eksportir utama produk kelapa sawit.

Beberapa produk yang dikeluarkan Permata Hijau Group antara lain Palm Oils, Lauric Oils, Biodiesel, Specialty Fats, Oleochemicals hingga Cooking Oil. Adapun merk minyak goreng yang diproduksi PHG antara lain Panina, Permata, Palmata dan Parveen.

Simak juga Video: Protes Larangan Ekspor CPO, Petani Sawit Geruduk Kantor Menko Perekonomian

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)