McDonald's Segera Angkat Kaki Usai 30 Tahun Bisnis di Rusia

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 16 Mei 2022 18:48 WIB
People line up at a McDonalds restaurant during its last working day in St. Petersburg, Russia, Monday, March 14, 2022. (AP Photo)
Foto: AP Photo: Ramai-ramai Warga di Rusia Serbu McDonald's Jelang Penutupan
Jakarta -

McDonald's menjual semua restorannya di Rusia, dan akan meninggalkan negara itu setelah 30 tahun melayani. Keputusan ini diambil akibat invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina.

Restoran cepat saji terbesar di dunia ini menutup 847 restorannya di Rusia pada Maret lalu. Hal ini menyebabkan kerugian hingga US$ 50 juta atau Rp 730 miliar (kurs Rp 14.600) per bulan.

Diperkirakan McDonald's akan mendapat US$ 1,2 miliar atau Rp 17,5 triliun sampai US$ 1,4 miliar atau Rp 20, 4 triliun setelah meninggalkan Rusia.

Dikutip dari Reuters, Senin (16/5/2022), Gerai Pushkin Square di Moskow yang cukup ikonik jadi salah satu aset yang dijual McDonald's. Hal ini seolah pertanda kemunduran produk barat yang ikonik.

McDonald's sempat menjadi simbol kapitalisme Amerika yang berkembang di Uni Soviet. Saat dibuka pertama kali tahun 1990, lebih dari 5 ribu orang menghadiri pembukaan tersebut.

McDonald's mengatakan akan menjual restorannya kepada pembeli lokal, namun akan terus mempertahankan merek dagangnya.

"Krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina, dan lingkungan operasi yang tidak terduga, membuat McDonald's menyimpulkan bahwa kepemilikan bisnis di Rusia tidak lagi dapat dipertahankan," kata McDonald's.

Perusahaan barat lainnya telah setuju untuk menjual aset Rusia mereka atau mengalihkannya ke pebisnis lokal. Disaat bersamaan mereka harus patuh terhadap sanksi kepada Rusia, namun juga menghadapi ancaman penyitaan aset oleh Kremlin.

Sementara itu McDonald's menjamin nasib 62 ribu karyawannya di Rusia. Pihak perusahaan menyebut akan tetap menggaji karyawannya sampai proses transaksi selesai.

(hns/hns)