Jangan Kaget! Harga Pangan Bisa Naik Lagi Imbas Perang Rusia-Ukraina

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 08:25 WIB
Pasca Lebaran, harga bahan pangan berangsur turun. Salah satunya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/6).
Ilustrasi Pangan/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bank Sentral Inggris atau Bank of England (BoE) menyatakan bahwa kenaikan lebih lanjut harga pangan menjadi kekhawatiran utama bagi negaranya dan negara lain. Perang Rusia dan Ukraina telah mempengaruhi pasokan makanan secara global.

Sebelumnya BoE telah menaikkan suku bunga acuan tertinggi dalam 13 tahun terakhir atau sebesar 25 basis poin sebagai upaya menekan inflasi. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bahwa itu tidak cukup untuk mengendalikan kenaikan harga.

"Inflasi berada pada level tertinggi dalam 30 tahun. Kejutan pendapatan yang sangat besar dari kenaikan harga barang global akan memukul permintaan dalam perekonomian dan mendorong pengangguran," kata Bailey dikutip dari BBC, Selasa (17/5/2022).

Kesulitan pengiriman pasokan makanan dari Ukraina dinilai dapat mempengaruhi pasokan gandum dan minyak goreng dunia. Saat ini saja harga gandum dunia telah meningkat 25% selama enam minggu terakhir.

"Ada banyak ketidakpastian di sekitar situasi ini dan itu adalah kekhawatiran besar. Saya harus memberi tahu Anda kekhawatiran besar bagi negara ini. Ada kekhawatiran besar juga bagi negara berkembang. Sesaat, tapi itu adalah perhatian utama," bebernya.

Bailey memperingatkan bahwa kenaikan harga pangan dan energi akan memiliki efek jauh lebih besar daripada kenaikan suku bunga. Hal ini untuk menyikapi laporan terkait ada beberapa menteri yang tidak senang dengan kinerjanya.

Sebelumnya Anggota Parlemen Konservatif Mel Stride di hadapan Treasury Select Committee mengkritik Bailey terkait inflasi yang tinggi. Dia mengaku tidak senang dengan situasi seperti ini.

Dengan tegas Bailey mengatakan bahwa tidak tercapainya target inflasi di atas karena kenaikan harga global, bukan faktor domestik. Saat ditanya apakah dia merasa tidak berdaya melihat situasinya, Bailey mengakui merasa tidak berdaya.

"Ini adalah tempat yang sangat, sangat sulit bagi kami untuk berada di dalamnya," kata Bailey.

Pada Maret 2022, inflasi Inggris mencapai 7% dan angka itu diperkirakan lebih tinggi lagi yang kepastiannya akan diumumkan akhir pekan ini. BoE telah memperingatkan inflasi bisa mencapai 10% tahun ini, jauh di atas target 2%.

(aid/ara)