India Larang Ekspor Gandum, Ekonom: Semoga Tak Terjadi Perang Pangan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 14 Mei 2022 23:00 WIB
An Indian farmer woman carries wheat crop after harvest at Ganeshpur village, in Sonbhadra district of Uttar Pradesh state, India, Sunday, April 11, 2021. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Foto: AP/Rajesh Kumar Singh: Panen gandum di India
Jakarta -

India melarang ekspor gandum. Kebijakan tentunya akan berdampak pada negara-negara importir, termasuk Indonesia

Menurut Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan larangan ekspor India ini akan menyebabkan ancaman keterbatasan ketersediaan pangan semakin nyata, khususnya untuk gandum, akibat perang Rusia-Ukraina dan gangguan panen karena cuaca.

"Setelah suplai dari Rusia dan Ukraina terganggu akibat perang, permintaan gandum beralih ke India," ujar Anthony.

Menurut Anthony, larangan ekspor gandum India membuat ancaman pangan dunia menjadi nyata.

"Semoga tidak mengakibatkan perang pangan, di mana negara lain akan membalas dengan larangan ekspor pangan lainnya," katanya.

Anthony menilai untuk Indonesia yang sudah melarang ekspor CPO terlebih dahulu, larangan ekspor gandum India akan berdampak pada harga dan ketersediaan mie instan dan roti.

Ketika persediaan nasional habis dalam waktu dekat, maka harga mie instan akan naik, dan jumlah produksi akan turun. Kondisi ini membuat kehidupan masyarakat kelompok bawah menjadi lebih sulit.

Peneliti INDEF Rusli Abdullah menambahkan dengan larangan ekspor gandum dari India ini maka akan berpengaruh pada harga gandum dunia. Pasalnya India merupakan negara penghasil gandum kedua terbesar di dunia.

Namun untuk dampak langsung ke Indonesia tidak akan terasa signfikan. Pasalnya Indonesia saat ini mengimpor gandum paling banyak dari Ukraina.

"Pengaruh larangan India adalah akan mengerek harga gandum dunia. Tapi di Indonesia, selama pasokan beras aman maka akan tetap terkendali. Jadi jangan khawatir ya," jelas dia.

(kil/hns)