Sindiran Petani Sawit ke Airlangga yang Nggak Nongol saat Didemo

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 13:43 WIB
Massa yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia gelar aksi unjuk rasa di depan kantor Menko Perekonomian. Mereka memprotes larangan ekspor CPO
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menggelar aksi demo petani sawit se Indonesia di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (17/5/2022).

Demonstran berharap bisa bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Namun karena hingga saat ini belum bertemu, mereka menyindir Airlangga.

"Sampai detik ini pak, kami tidak melihat ada muka dari pak Airlangga di sini. Jangan kira kami tidak mengenal muka pak Airlangga. Banyak balihonya pak di mana-mana," kata Amir Arifin Harahap, ketua Forum Mahasiswa Sawit Indonesia.

Amir menyebut biang kerok dari persoalan yang menyulitkan petani kelapa sawit adalah Kemenko. Menurutnya jika Airlangga tidak bisa memerintahkan Kementerian Perdagangan mencabut Permendag tentang larangan ekspor CPO cs maka petani sawit akan meminta Presiden Joko Widodo Melakukannya.

Peninjauan kembali larangan Ekspor CPO cs menjadi agenda utama dalam aksi ini. Menurut ketua umum DPP APKASINDO, petani sawit mengalami kerugian mencapai belasan triliun akibat kebijakan ini.

"Kami berpacu dengan waktu karena sudah rugi Rp 11, 7 triliun sampai akhir lalu, termasuk hilangnya potensi pendapatan negara melalui bea keluar, terkhusus Pungutan Ekspor, dimana sejak Februari sampai April sudah hilang Rp 3, 5 triliun perbulannya," kata Gulat.

Akibat ekspor CPO cs dilarang, pabrik produksi tidak mau lagi membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari petani sawit. Gulat menerangkan jika pabrik sebenarnya punya stok minyak melimpah. Namun distribusinya terhambat.

Sebagai informasi harga TBS saat ini jatuh sekitar Rp 600-Rp 1.200 perkilo. "Rp 600 sampai Rp 1.200 per kilo" kata Gulat. Akibat turunnya harga TBS ia meminta Jokowi meninjau kembali kebijakan larangan ekspor CPO cs.

Tuntutan lain yang disampaikan buruh adalah revisi Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 01 tahun 2018 tentang penerapan harga TBS. Petani sawit menyebut kebijakan ini menyebabkan diskriminasi harga sawit antar sesama petani.



Simak Video "Usai Aspirasi Diterima Moeldoko, Massa Petani Sawit Bubar Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)