Neraca Perdagangan RI Surplus Terus, Tapi Dibanjiri Sayur Impor

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 18:00 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Neraca Perdagangan RI Surplus Terus, Tapi Dibanjiri Sayur Impor/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 surplus. Hal itu terjadi karena ekspor lebih tinggi ketimbang impor.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan nilai ekspor Indonesia pada April 2022 sebesar US$ 27,32 miliar, naik 3,11% dibanding Maret 2022 dan naik 47,76% dibanding April 2021. Sedangkan nilai impor sebesar US$ 19,76 miliar.

"Nilai impor pada April 2022 mencapai US$ 19,76 miliar atau turun 10,01% dibanding Maret 2022. Kalau saya bandingkan secara yoy, impor kita tumbuh 21,97%," kata Margo dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Selasa (17/5/2022).

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia pada April mencatatkan surplus US$ 7,56 miliar. Hal ini membuat rekor sepanjang pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana neraca perdagangan mengalami surplus selama 24 bulan beruntun.

"Surplus perdagangan kita pada April surplus US$ 7,56 miliar dan kalau kita perhatikan surplus ini beruntun selama 24 bulan," ujarnya.

Terlepas dari itu, selama April 2022 Indonesia masih dibanjiri sayur impor dengan tambahan US$ 63,6 juta. Negara pemasok terbesar adalah China hingga Mesir.

"Impor terbesar berasal dari sayuran sebesar US$ 63,6 juta atau meningkat 111,78%. Negara asal barangnya sayuran ini dari Tiongkok (China), Myanmar, dan Mesir," kata Margo.

Rincian impor sayuran di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Sri Mulyani Pamer Neraca Perdagangan November 2021 Tertinggi dalam 14 Tahun

[Gambas:Video 20detik]