Begini Cara Daerah Promosikan Ekonomi Wilayahnya

ADVERTISEMENT

Begini Cara Daerah Promosikan Ekonomi Wilayahnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 17:46 WIB
Menteri PPN/Kepala Bapennas Bambang P.S Brodjonegoro (tengah) berfoto bersama mahasiswa seusai memberikan Kuliah Umum Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/8). Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, edukasi dan peran mahasiswa agar berperan aktif membangun perekonomian nasional kedepannya. Bambang mengatakan, untuk keluar dari Middle Income Trap (MIT) dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia memerlukan percepatan pembangunan infrastruktur mencapai 6,4 persen rata-rata (2016-2045). ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/17
Foto: dok. Bappenas
Jakarta -

Dow, perusahaan material science bekerja sama dengan Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) untuk membantu pengelolaan sampah sekaligus mempromosikan ekonomi sirkular di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, inisiatif ini membantu program Pemkot Semarang dalam mengatasi masalah sampah melalui sejumlah program pengelolaan sampah di enam desa dalam rentang waktu 1,5 tahun mulai April 2022.

Program ini antara lain berisi kegiatan edukasi pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah kepada 1.000 keluarga yang tinggal di enam desa tersebut, serta meningkatkan kapasitas tempat pengelolaan sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) dan bank sampah untuk menciptakan ekonomi sirkular.

Presiden Direktur Dow Indonesia, Riswan Sipayung mengatakan, sampah merupakan permasalahan kompleks, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia, dan diperlukan kolaborasi berkelanjutan antar para pemangku kepentingan untuk mengatasinya.

"Melalui kerja sama dengan Bintari, kami ingin mendorong sinergitas dengan pemangku kepentingan sekaligus perubahan perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dimulai dari lingkungan rumah tangga," ujar Riswan Sipayung dalam keterangannya, Selas (17/5/2022).

"Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kuat Dow untuk mencapai target keberlanjutan perusahaan, sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan pemerintah dengan memprioritaskan ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan pengurangan emisi karbon," tambahnya.

Sebagai salah satu kota penghasil sampah terbesar di Indonesia, Semarang menghasilkan sekitar 1.270 ton sampah per hari dan sekitar 900 ton di antaranya dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) setiap hari. Hanya sebagian kecil dari sampah yang didaur ulang dan sisanya terbuang ke laut yang kemudian berdampak terhadap lingkungan.

Pemkot Semarang telah meluncurkan berbagai kebijakan dan inisiatif yang relevan untuk membantu mengatasi masalah pengelolaan sampah, seperti program kantong plastik berbayar untuk meminimalkan jumlah sampah plastik, menetapkan jalur khusus untuk truk sampah, dan memasukkan pengolahan sampah ke dalam Proyek Energi Listrik kota di TPA Jatibarang.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT