Elon Musk Bilang Pembelian Twitter Belum Bisa Lanjut, Kok Bisa?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 21:45 WIB
CEO, and chief engineer at SpaceX, Elon Musk and his mother, supermodel Maye Musk, arrive for the 2022 Met Gala at the Metropolitan Museum of Art on May 2, 2022, in New York. - The Gala raises money for the Metropolitan Museum of Arts Costume Institute. The Galas 2022 theme is In America: An Anthology of Fashion. (Photo by ANGELA  WEISS / AFP)
Foto: AFP/ANGELA WEISS
Jakarta -

Bos Tesla, Elon Musk mengatakan pembelian Twitter senilai US$ 44 miliar atau setara Rp 642,4 triliun (kurs Rp 14.600/US$) belum bisa berlanjut. Alasannya, itu akan dilanjutkan sampai dia memiliki data pasti berapa banyak akun palsu di Twitter.

Berdasarkan data dari Twitter, hanya 5% akun palsu atau spam. Tetapi Musk memperkirakan bahwa ada sebanyak 20% akun di Twitter adalah akun palsu atau spam. Dia pun khawatir jumlahnya bisa lebih tinggi.

"Penawaran saya didasarkan pada keakuratan pengajuan SEC Twitter. Kemarin, CEO Twitter secara terbuka menolak untuk menunjukkan bukti <5%. Kesepakatan ini tidak dapat bergerak maju sampai dia melakukannya," kata Musk dalam cuitannya, dikutip dari CNBC, Selasa (17/5/2022).

Karena belum berlanjutnya kesepakatan itu, saham Twitter anjlok ,46% dalam perdagangan pada hari Selasa. Tweet Musk muncul hanya beberapa jam setelah CEO Twitter, Parag Agrawal memposting utas panjang tentang akun palsu atau spam di jejaring sosial.

Agrawal mengatakan bahwa perkiraan spam di Twitter didasarkan pada beberapa tinjauan terhadap ribuan akun yang berulang kali diambil sampelnya secara acak dari waktu ke waktu.

Dia mengatakan tidak mungkin grup eksternal bisa menghitung jumlah pasti akun spam di platform karena memerlukan informasi publik dan pribadi hanya dimiliki oleh Twitter. Tentunya informasi itu juga dirahasiakan oleh perusahaan.

"Secara eksternal, bahkan tidak mungkin untuk mengetahui akun mana yang dihitung sebagai palsu pada hari tertentu," katanya.

Utas dari Agrawal menanggapi penjelasan Musk yang mengatakan timnya sedang melakukan analisis sendiri pada jumlah akun palsu di Twitter. "Untuk mengetahuinya, tim saya akan melakukan sampel acak 100 pengikut @twitter. Saya mengundang orang lain untuk mengulangi proses yang sama dan melihat apa yang mereka temukan," cuitnya.

Musk juga mengatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa ia memilih 100 akun sebagai nomor ukuran sampel untuk studinya karena itulah nomor yang digunakan Twitter untuk menghitung angka dalam laporan pendapatannya.

"Saya memilih 100 sebagai nomor ukuran sampel, karena itulah yang digunakan Twitter untuk menghitung <5% palsu/spam/duplikat," ujarnya.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)