ADVERTISEMENT

Bisnis Tes Swab Riwayatmu Kini

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2022 08:00 WIB
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19.
Foto: Andhika Prasetia

Sepi Pengunjung

Terpantau oleh detikcom, Rabu (18/05/2022), tempat-tempat layanan tes swab di sepanjang jalan di kawasan Buncit sepi pengunjung.

"Dulu ketika ramai-ramainya sehari bisa mencapai 100 orang bahkan lebih. Kalau sekarang sehari hanya sekitar 30 orang," ujar laily, salah seorang tenaga medis di Klinik Pratama Kirana Medika

Laily menambahkan bahwa rata-rata orang datang untuk melakukan swab atas dasar keperluan administrasi, sudah jarang sekali orang yang tes karena sakit.

"Sekarang sudah mulai sepi lagi. Dulu sebelum puasa memang sudah turun, ketika puasa juga masih sepi. Ramai itu ketika menjelang lebaran, orang-orang mau berpergian, sepi lagi setelah itu. Dan ramainya di minggu-minggu masuk kantor karena kebutuhan masuk kantor itu," ujar dia.

Pemandangan serupa juga terlihat di klinik lain yang khusus melayani tes swab di kawasan Buncit.

"Penurunan itu pasti, karena dulu kan membludak sekali ya kasusnya. Dulunya bisa sampai 100 orang, sekarang kurang lebih berkurang 50% ya jadi sekitar 40-50 orang per hari. Tapi sebenarnya tidak menentu juga," ujar Nisa, tenaga administrasi di klinik tersebut.

Nisa menambahkan bahwa meskipun mengalami penurunan, masih ada saja orang yang datang ke kliniknya. Kebutuhan masyarakat terhadap swab tidak menentu sehingga jumlah pelanggan per harinya naik turun.

"Seperti ketika lebaran kemarin, jumlah pengunjung membludak hingga 100 orang lebih. Masih banyak orang yang butuh untuk perjalanan dan keperluan kantor. Masih ada juga yang butuh untuk periksa kesehatan pribadi," tutur Nisa.

Keluarnya kebijakan tersebut bisa jadi menimbulkan persepsi baru bagi masyarakat bahwa penularan virus corona mulai menurun. Dengan menurunnnya kekhawatiran akan virus corona, kebutuhan masyarakat akan tes swab juga memungkinkan untuk ikut menurun.

Salah seorang rekan kerja Nisa di klinik tersebut, Ardilan mengatakan kepada detikcom (18/05/2022), bahwa sebenarnya sejauh ini kebijakan tersebut lebih kepada pelonggaran penggunaan masker bagi masyarakat, bukan pelonggaran untuk kebijakan swab. Pun masyarakat masih harus menggunakan masker di dalam ruang tertutup.

"Masyarakat kadang salah kaprah terhadap kebijakan. Dulu ketika ada kebijakan soal bebas melakukan perjalanan tanpa swab, mereka kira pun sampai yang belum vaksin juga bebas. Nyatanya di lapangan tetap juga surat swab diperlukan, bebasnya itu hanya berlaku bagi yang sudah booster," ujar dia.

Ardilan juga menambahkan bahwa ini semua kembali lagi kepada kesadaran diri masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

Di Klinik OMBC pun demikian. Saat ini jumlah pengunjung yang datang untuk melakukan tes swab sudah jauh berkurang dibandingkan dulu.

"Dulu OMDC sampai punya 3 gerai, ini yang utama, kemudian ada di seberang jalan satu, dan dekat polsek satu. Selain gerai utama ini, dua lainnya memang khusus tes swab. Kemudian karena sudah habis kontrak dan sepi juga akhirnya yang dekat polsek ditutup. Gerai utama ini pun sudah tidak terima tes swab dan fokus hanya ke gigi," ujar Anshori, satpam dari Klinik OMDC.

Anshori menambahkan kalau semenjak bulan puasa kemarin, permintaan tes swab di klinik sangat menurun. Bahkan dibandingkan dulu yang bisa mencapai 100 orang, kini pengunjung dapat dihitung dengan jari hingga puluhan orang per hari.

"Akhirnya pelayanan tes swab dialihkan semua ke gerai yang berada di seberang gerai utama ini. Sepi sekali, kadang bisa dihitung jari pengunjungnya. Klinik OMDC tersebut buka dari pukul 2 siang," ujar dia.


(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT