Pertumbuhan Didorong Konsumsi, Pengangguran Sulit Dikurangi

Pertumbuhan Didorong Konsumsi, Pengangguran Sulit Dikurangi

- detikFinance
Sabtu, 03 Jun 2006 16:10 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal pertama 2006 masih didominasi oleh sektor konsumsi. Akibatnya, jumlah tenaga kerja yang terserap pun tidak terlalu signifikan. Dampaknya, pengangguran semakin meningkat dibandingkan tahun lalu. Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menyebutkan, akibat pertumbuhan yang didorong oleh konsumsi, maka tenaga kerja yang terserap untuk 1 persen pertumbuhan hanya sekitar 200-250 ribu tenaga kerja."Tadinya kita mengharapkan penyerapan tenaga kerja atas kenaikan pertumbuhan itu kan 200,400,450 ribu tenaga kerja," ujar Paskah usai diskusi di Mario's Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (3/6/2006).Ia menambahkan, pada kuartal II atau III nanti diharapkan tenaga kerja yang terserap bisa pulih menjadi 400-450 ribu orang untuk setiap 1 persen pertumbuhan. Caranya, dengan menggenjot ekspor."Nanti kalau sektor ekspornya sudah kita genjot pada kwartal 3, 4 tahun 2006, saya yakin setiap pertumbuhan 1% akan menyerap sekitar 400 ribu," ujar Paskah optimistis. Namun ia mengakui bahwa tidak mudah mencapai target tersebut mengingat banyaknya hambatan seperti munculnya bencana gempa di Yogya. "Banyak hal itu, seperti bencana alam. Yogya bagaimanapun juga saya akui meningkatkan inflasi sampai 0,35%. Jadi banyak hal hambatan, dulu tahun 2005-2005 karena ada Aceh dsb. Jadi sabar dulu saja deh," cetusnya.Paskah juga mengakui bahwa tidak mudah menekan inflasi pada single digit. Meski demikian, ia tetap optimistis bisa mencapai target itu. Salah satu caranya adalah dengan 'mengamankan' bencana gempa Yogya yang diakui akan memberi sumbangan inflasi. "Makanya, kita sekarang suplai besar-besaran di Yogya dan Jateng supaya tidak terjadi kelangkaan beras. Karena begitu terjadi kelangkaan beras itu akan menaikkan inflasi," tandasnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads