Pelaku UMKM Mau Ekspor Produk Tapi Masih Bingung? Ini Caranya

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 21 Mei 2022 16:15 WIB
Pameran Karya UMKM Jabar
Ilustrasi UMKM/Foto: Siti Fatimah
Jakarta -

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa dengan mudah mengekspor produknya ke luar negeri. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia memfasilitasi pelaku UMKM yang mau mengekspor produknya.

"Bagi para UKM yang bingung mau ekspor produk apa, mari bicara dan diskusi dengan kita karena LPEI memiliki National Export Dashboard (NED). Platform ini memiliki berbagai ragam data seperti produk yang high demand, negara tujuan ekspor, requirementnya seperti apa yang akan membantu proses edukasi para calon eksportir," ujar Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F Anwar dalam sebuah webinar melalui keterangannya, Sabtu (21/5/2022).

LPEI juga memiliki peran strategis memberdayakan perempuan berwiraswasta (W20: Setara Bangkit Bersama) dan mengembangkan UMKM ekspor secara berkelanjutan merupakan dukungan nyata dalam rangka perhelatan G20.

"Pemberdayaan perempuan, inklusi keuangan, serta tujuan mencapai sustainable development goals, melalui penciptaan produk ramah lingkungan menjadi karakter pelaku usaha yang hadir pada hari ini. Sebagai contoh Wardah yang memiliki pabrik seluas 2000 hektar dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri diantara kosmetik luar negeri ternama," kata Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah memiliki banyak instrumen pajak, bea cukai, kawasan berikat, kawasan ekonomi khusus, hingga kawasan industri bertujuan ekspor.

"Kita punya pemerintah daerah yang bisa melakukan transfer keuangan hingga dana desa bisa mendukung. Kita juga punya program UMI, PIP, dan KUR untuk bisa mendukung dari sisi pendanaan. Kita juga punya produk untuk penjaminan. Instrumennya sudah banyak sehingga yang diperlukan adalah untuk mengorkestrasi policy, regulasi, instrumen dan sinergi sehingga para eksportir tidak merasa sendirian," katanya.

Peluncuran program Community Development for Women Empowerment digelar pada kesempatan yang sama. Program ini merupakan bagian dari pengembangan dan diversifikasi Program Desa Devisa LPEI yang fokusnya adalah pemberdayaan wanita dan produk ekspor berkelanjutan.

Peluncuran program ini diharapkan bisa memberikan developmental impact dari sisi kuantitas dan kualitas, sehingga akan lebih banyak lagi mitra binaan LPEI yang dapat berbagi pengalaman dan kunci-kunci sukses mereka sebagai UMKM perempuan dalam ekosistem ekspor berkelanjutan.

(ara/ara)