Mau Dihapus, Begini Perjalanan Kartu Tol dari Masa ke Masa

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 22 Mei 2022 06:00 WIB
Mulai besok seluruh Gerbang tol hanya melayani non-tunai. Yuk segera gunakan kartu elektronik (e-Toll).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah berencana mengganti sistem pembayaran kartu tol dengan teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF). Uji coba penggunaannya bakal dilaksanakan pada akhir tahun 2022.

Ini bukan kali pertama Indonesia mengubah sistem pembayaran di tol. Sebelum penggunaan kartu tol dengan sistem uang elektronik (e-money), transaksi masih menggunakan uang tunai kepada petugas penjaga gerbang tol.

Dengan alasan efisiensi, transaksi tunai diganti menjadi pembayaran otomatis menggunakan kartu tol (e-money) dan gerbang tol tidak lagi menerima pembayaran secara tunai atau cash. Dikutip dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Minggu (22/5/2022), pelaksanaan itu secara serentak mulai diterapkan pada Oktober 2017.

Sebelum ada kartu tol sebagai alat pembayaran, antrean yang panjang di gerbang tol menjadi pemandangan sehari-hari. Waktu transaksi yang lebih lama dengan bayar tunai menyebabkan penumpukan kendaraan.

Transaksi tunai juga kurang nyaman dan aman karena pengguna harus menghitung ulang uang kembalian yang diberikan petugas. Sementara petugas tol menanggung risiko terkait penyediaan uang kembalian dan risiko terkait dengan cash collection pada gerbang tol.

Dengan menggunakan kartu tol, pemerintah mengklaim transaksi di gerbang tol jadi lebih singkat dari sebelumnya 7-8 detik, menjadi 2-3 detik. Adanya transisi dari sebelumnya pembayaran tunai menjadi sesuatu yang baru bagi mayoritas masyarakat sejak jalan tol pertama kali dibangun di Indonesia pada 1978.

"Sejarah jalan tol di Indonesia dimulai pada tahun 1978 dengan dioperasikannya jalan tol Jagorawi dengan panjang 59 km (termasuk jalan akses), yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi," tulis website resmi BPJT.

Penggunaan kartu tol sebagai alat pembayaran membuat pengguna jalan tol harus melakukan beberapa kebiasaan baru sejak 2017. Misalnya sebelum melakukan perjalanan, pastikan cek kecukupan saldo uang elektronik yang dimiliki dengan melakukan top up melalui ATM, layanan mobile top up, hingga jaringan toko ritel.

Kini tak terasa sudah hampir lima tahun penggunaan sistem uang elektronik dengan kartu tol menjadi alat pembayaran di jalan tol. Tak lama lagi sistem itu akan diganti dengan teknologi MLFF yang penerapannya direncanakan akhir 2022 secara bertahap di beberapa ruas tol.

Dengan MLFF, lama transaksi di tol bisa lebih cepat lagi bahkan diklaim menjadi 0 detik dari sebelumnya 4 detik dan 10 detik. Pasalnya dengan sistem itu kendaraan tidak perlu lagi berhenti, atau bisa dibilang bayar tol tanpa setop.

Sistem MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone. Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.



Simak Video "Catat! Ini Penyebab Kesulitan Tap Kartu e-Toll di Gerbang Tol"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)