Sepak Terjang Fahmi Idris: Pebisnis hingga Menduduki Sederet Kursi Menteri

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 22 Mei 2022 14:30 WIB
Jakarta -

Indonesia kembali dirundung duka. Tokoh nasional Fahmi Idris dikabarkan telah meninggal dunia. Fahmi selama ini dikenal sebagai politikus sekaligus pengusaha tutup usia pada umur 78 tahun.

Mendiang Fahmi Idris berpulang hari ini pukul 10.00 WIB di RS Medistra, Jakarta. Kabar duka itu disampaikan oleh sang anak, Fahira Idris melalui akun Twitter resminya, @fahiraidris, seperti dilihat, Minggu (22/5/2022).

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah ayah saya, bapak Prof. Dr. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo @fahmiidris1. Wafat jam 10.00 WIB di ICU RS Medistra," kata Fahira.

Di sektor ekonomi Indonesia, Fahmi Idris dikenal sebagai pebisnis handal. Pria berdarah Minang kelahiran Jakarta itu memulai kariernya dengan mendirikan PT Kwarta Daya Pratama.

Kepiawaian di dunia bisnis yang dimiliki Fahmi Idris bak buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Sang ayah, Haji Idris Marah Bagindo, juga dikenal sebagai seorang pedagang asal Minang.

Fahmi sempat mencicipi kursi kepimpinan Kongsi Delapan Grup pada tahun 1979. Grup tersebut mengumpulkan perusahaan konglomerasi yang didirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, dan Pontjo Sutowo. Perusahaan tersebut bergerak di multisektor meliputi agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, hingga perhotelan.

Tak hanya sukses berkecimpung di dunia bisnis. Fahmi pun masuk ke kancah perpolitikan nasional dengan bergabung Partai Golkar pada tahun 1984. Fahmi kemudian menduduki jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada periode pengurusan 1998-2004.

Tak lama, Fahmi Idris itu mulai masuk ke birokrasi pemerintahan. Dia menembus kabinet sejak zaman Presiden BJ. Habibie. Tak jauh-jauh dari sektor ekonomi, Fahmi dipercaya mengisi jabatan yang berurusan dengan ketenagakerjaan dan perindustrian.

Saat menjadi Ketua DPP Golkar, Fahmi pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah pemerintahan BJ Habibie. Kala itu, Fahmi menjabat sebagai Menakertrans pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Fahmi kemudian kembali dipercaya menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu saat masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kemudian, Fahmi Idris juga sempat menjabat sebagai Menteri Perindustrian sejak 5 Desember 2005 hingga 20 Oktober 2009.

Setelah tak menduduki posisi di pemerintah, Fahmi Idris juga terus berkiprah di bidang usaha. Fahmi Idris menduduki posisi sebagai Komisaris Transvision.

(hal/das)