Airlangga Bertemu Menteri Ekonomi Arab Saudi Bahas Kerja Sama Investasi

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 12:05 WIB
Airlangga Bertemu Menteri Arab
Foto: Kemenko Bidang Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi, Faisal Al-Ibrahim pada Minggu (22/5) di Davos, Swiss. Ada beberapa isu yang diangkat dalam pertemuan bilateral tersebut, antara lain mengenai perdagangan antara kedua negara dan rencana kerja sama pada bidang investasi.

Seperti diketahui, nilai perdagangan Indonesia-Arab Saudi tercatat sebesar US$ 5,5 miliar pada tahun 2021. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi selama periode Januari-Desember 2021 sebesar US$ 1,5 miliar, naik sebesar 12,78% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah US$ 1,33 miliar. Selain itu, total nilai Foreign Direct Investment (FDI) dari Arab Saudi ke Indonesia mencapai US$ 24,6 juta pada periode 2016-2021.

Airlangga pada kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat menjadi mitra strategis Arab Saudi melalui sinergi upaya Visi Arab Saudi 2030 dan Visi Indonesia Emas 2045. Ia juga berharap hubungan bilateral kedua negara akan terjalin semakin erat, khususnya pada kerja sama ekonomi.

Dalam pertemuan itu juga dibahas berbagai perkembangan di kawasan dan global yang menjadi perhatian dan kepentingan bersama. Airlangga menyampaikan beberapa perkembangan terkait Presidensi G20 dan keanggotaan Indonesia pada Global Crisis Response Group (GCRG) dan mengharapkan dukungan dan kerja sama Pemerintah Arab Saudi dalam mencapai kepentingan global bersama.

"Menteri Faisal Al-Ibrahim menanggapi dengan menjelaskan pertumbuhan ekonomi Arab Saudi yang didorong oleh minyak dan gas. Menteri Al-Ibrahim juga mengamati kondisi saat ini dimana perang di Ukraina menyebabkan volatilitas energi, metal, dan investasi," jelas Airlangga dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Dikatakan Airlangga, Al Ibrahim menjelaskan Arab Saudi telah mengantisipasi dampak perang dengan meningkatkan kapasitas refinery. Arab Saudi juga berharap G20 dapat menjaga situasi, terutama food security.

Meskipun Arab Saudi tidak terlalu terdampak, Al Ibrahim menyatakan negaranya mengkhawatirkan kondisi di negara-negara sekitar, terutama terkait kelangkaan fertilizer.

Kedua Menteri juga mendiskusikan perkembangan teknologi perminyakan di Arab Saudi seperti investasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Selain itu juga dibicarakan mengenai blue hydrogen dan investasi di Ibu Kota Nusantara.

Dalam pertemuan itu, Al- Ibrahim juga menuturkan saat ini Arab Saudi juga sedang mengembangkan kota- kota dengan membangun berbagai infrastruktur. Arab Saudi berminat untuk bekerja sama dalam penyediaan tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi di Arab Saudi. Ia pun mengungkapkan Arab Saudi tertarik untuk bekerja sama dalam bidang kebudayaan yang sudah memiliki ikatan kuat dengan Indonesia.

"Arab Saudi sebagai salah satu negara G20 juga menyampaikan dukungan penuh bagi Presidensi G20 Indonesia," sambung Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, dan Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Eko Cahyanto.

(ncm/ega)