Kenapa Arab Saudi Larang Warganya ke RI Padahal Kasus COVID-19 Rendah?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 13:41 WIB
Arab family walking on the autumn beach
Ilustrasi keluarga di Arab Saudi/Foto: Getty Images/oonal
Jakarta -

Warga Arab Saudi dilarang bepergian ke Indonesia dan 15 negara lainnya. Alasannya terkait kasus COVID-19 di negara-negara tersebut.

Pengumuman itu disampaikan oleh Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi pada Sabtu (21/5). Selain Indonesia, negara yang 'di blacklist' Arab Saudi adalah Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.

"Warga negara Arab Saudi dilarang bepergian ke 16 negara karena kasus COVID-19 di negara-negara tersebut," kata Jawazat dikutip dari Saudi Gazette, Senin (23/5/2022).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mempertanyakan kebijakan tersebut kepada pejabat yang menangani Arab Saudi. Pasalnya dari sisi kasus COVID-19, di Indonesia sudah mulai landai bahkan pemerintah mulai melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka.

"Saya sedang tanyakan ke pejabat yang menangani Saudi. Itu yang kita pertanyakan (padahal kasus COVID-19 di Indonesia mulai landai)," kata Teuku kepada detikcom.

Berdasarkan pengumuman Jawazat, aturan itu untuk warga Arab Saudi yang ke Indonesia dan negara lainnya, bukan sebaliknya.

Kasus COVID-19 Indonesia

Berdasarkan data terkini, pada Minggu (22/5) dilaporkan ada tambahan 227 kasus positif COVID-19 di Indonesia. Sebelumnya pada Sabtu (21/3) dilaporkan ada 263 kasus dan tambahan 250 kasus pada 20 Mei 2022.

Jumlah kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 sampai 22 Mei 2022 tercatat menjadi 6.052.590 kasus. Dari jumlah tersebut, 3.657 masih positif COVID-19 (kasus aktif).

Dilaporkan juga ada 285 orang di Indonesia yang sembuh dari COVID-19. Jumlah total yang telah sembuh dari sebanyak 5.892.411 orang. Terakhir, jumlah total pasien positif COVID-19 yang meninggal sebanyak 156.522 orang.

Lihat juga video 'Menag Yaqut: Di Saudi pun Toa Diatur, yang Ribut Kurang Piknik':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)