Daftar 15 Provinsi yang Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 15:24 WIB
A child chases away a herd of cows looking for food at a landfill in Kawatuna, Palu City, Central Sulawesi Province, Indonesia on May 22, 2022. The local government has issued an appeal to farmers to house their cattle in order to prevent the spread of Mouth and Nail Disease (FMD) which is currently This has hit several areas in Indonesia, but many farmers have ignored this advice and let their cows roam freely looking for food, including in garbage shelters. (Photo by Basri Marzuki/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali terjadi lagi di Indonesia, setelah sejak 1990 negara ini dinyatakan bebas penyakit ternak tersebut. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan berdasarkan laporan hingga 17 Mei 2022, PMK telah menyebar ke 15 Provinsi dan 52 Kabupaten/Kota.

"Dari total populasi ternak di 15 Provinsi itu 13,8 juta ekor, ternak yang terdampak 3,9 juta ekor dan mengalami sakit berdasarkan hasil Swab PCR di laboratorium ada 13.000 ternak atau 0,36% dari populasi ternak yang terdampak," jelas Syahrul dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (23/5/2022).

Berdasarkan paparan yang disampaikan, ke 15 provinsi itu adalah Aceh, Bangka Belitung, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Syahrul juga melaporkan, dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementan, lembaga, dan pemerintah daerah, baru ada 2.630 ternak yang dinyatakan sembuh. "Atau 18,83% dari ternak sakit, dan yang mati 99 ekor atau 0,71% dari ternak yang sakit," lanjutnya.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan ada tiga agenda untuk menekan penyebaran PMK dan penyembuhan terhadap ternak yang terkonfirmasi. Pertama, SOS atau agenda darurat. Upaya ini diantaranya melakukan lockdown di zona atau wilayah yang terdeteksi PMK dengan radius 3-5 km.

Kemudian, menutup pengeluaran-pemasukan ternak dari dan ke Pulau Jawa, membentuk gugus tugas, menyiapkan vaksin dan obat-obatan, memberikan multivitamin, hingga melakukan pembatasan lalu lintas ternak antar wilayah.

Agenda kedua, temporary untuk mengadakan vaksin, vaksinasi darurat, dan pembatasan lalu lintas hewan dan produk hewan.

"Kemudian agenda permanen, pembuatan vaksin oleh Pusvetma Kementan di Surabaya dan vaksinasi massal dan surveillance secara rutin yang harus dilakukan," pungkasnya.



Simak Video "Terjangkit PMK, Sapi-sapi di Kulon Progo Diisolasi di Laguna Pantai Glagah"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)