ADVERTISEMENT

Setoran Moncer, APBN Surplus Rp 103 T Hingga April

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 18:11 WIB
Pemerintah menaikkan pajak impor barang konsumsi. Pengumuman kenaikan pajak impor barang konsumsi itu dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta -

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada April 2022 kembali mencatatkan surplus. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut surplus APBN sebesar Rp 103,1 triliun.

"Dari total balance, APBN kita dalam posisi surplus Rp 103,1 triliun. Bandingkan tahun lalu defisit Rp 138,2 triliun, ini baliknya sangat cepat sekali atau 174%," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (23/5/2022).

Pendapatan negara realisasi sampai April Rp 853,6 triliun (45,9%). Meliputi penerimaan perpajakan sebesar Rp 676,1 triliun (49,1%) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 177,4 triliun (35%).

"Kalau kita lihat growth ini 45,9% bagus banget. Bulan lalu saja sudah 32,1%, jadi ini masih nanjak growth-nya. Di semua komponen pendapatan negara mengalami kenaikan pertumbuhan," tuturnya.

Belanja negara terealisasi Rp 750,5 triliun (27,7%). Hal ini ditopang oleh belanja pemerintah pusat sebesar Rp 508 triliun (26,1%) yang meliputi belanja K/L Rp 253,6 triliun dan non K/L Rp 254,4 triliun.

Sementara itu transfer ke daerah dan dana desa terealisasi Rp 242,4 triliun. Keseimbangan primer positif Rp 220,9 triliun.

"Keseimbangan primernya positif nggak kecil, gede banget. Melonjak dari bulan lalu yang juga sudah positif Rp 94,7 triliun. Bandingkan tahun lalu keseimbangan primer kita defisit Rp 36,5 triliun," jelasnya.

APBN tercatat surplus 0,58% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sebagai konsekuensinya, pembiayaan anggaran jadi drop hanya terealisir Rp 142,7 triliun.

"Ini adalah suatu prestasi konsolidasi APBN yang sangat baik. Tentu kita menggunakan seluruh surplus ini seperti yang kita sampaikan di DPR kemarin adalah untuk menjadi shock absorber dari guncangan yang terjadi sekarang ini," tandas Sri Mulyani.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT