Laporan dari Davos

Menkominfo Bidik Nilai Ekonomi Digital RI Tembus US$ 315 Miliar di 2030

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 08:45 WIB
Menkominfo Johnny G Plate Meluncurkan Digital Talent Program dengan target 200 ribu mahasiswa.
Foto: Heri Susanto/detikcom
Davos -

Nilai ekonomi digital Indonesia terbilang sangat besar. Bahkan nilai ini diproyeksi akan naik berkali-kali lipat dalam beberapa tahun lagi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 70 miliar pada tahun 2021 dan diproyeksi akan meningkat menjadi US$ 146 miliar dolar di tahun 2025 dan US$ 315 miliar dolar di 2030.

"Kita punya pasar digital economy yang begitu besar. Kita juga mendorong digital economy tumbuh dengan baik. Tak hanya di ecommerce, tapi fintech, edutech dan layanan digital lainnya," kata Johnny ditemui di sela acara World Economic Forum di Davos, Swiss, Senin (23/5/2022).

Johnny mengatakan, untuk mencapai hal tersebut diperlukan upaya kerja sama dan kolaborasi antar pihak. Dalam gelaran WEF tahun ini, lanjut Johnny, pihaknya dijadwalkan bertemu dengan sejumlah institusi teknologi untuk mengembangkan potensi kerja sama, seperti Google, Qualcomm, Amazon Web Services dan perusahaan lainnya.

Kerja sama itu, lanjutnya, bisa berkontribusi terhadap pencapaian kenaikan nilai ekonomi digital.

"Untuk bisa mencapai itu kolaborasi kerja sama itu penting," ujarnya.

Sebelumnya, dibertiakan, hasil studi Google, Temasek, Bain & Company (2021) menunjukan nilai investasi ekonomi digital Indonesia Q1-2021 tembus sampai US$ 4,7 miliar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hal itu menempatkan Indonesia sebagai tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara mengalahkan Singapura.

"Ekonomi digital di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, nilai ekonominya di tahun 2021 tercatat sekitar US$ 70 Miliar, dan diperkirakan mampu mencapai US$ 146 Miliar pada tahun 2025," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (11/4/2022).

(zlf/dna)