UMKM Bisa Jadi Juara di Negeri Sendiri, Syaratnya Apa Saja? 

ADVERTISEMENT

UMKM Bisa Jadi Juara di Negeri Sendiri, Syaratnya Apa Saja? 

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 15:39 WIB
Pameran UKM Jabar Paten di Bandung, mulai 19 – 25 April 2021
Ilustrasi UMKM/Foto: Wisma Putra/detikTravel
Jakarta -

Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi prioritas karena berkontribusi hingga 40% dari pendapatan nasional di negara berkembang.

Upaya yang bisa dilakukan dengan memperkuat komitmen aksi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam membangun kembali produktivitas perempuan, khususnya pada UMKM yang dimiliki dan dipimpin oleh wanita. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya menerapkan tiga rekomendasi terkait itu.

"Rekomendasi pertama, pentingnya meningkatkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan investor untuk mendukung wirausaha perempuan. Kedua, mendorong kebijakan di bidang keuangan dan infrastruktur yang sensitif gender dan memberikan akses pendanaan dan legalitas. Ketiga, meningkatkan program literasi digital keuangan bagi pengusaha perempuan untuk meningkatkan kesiapan investasi," kata Teten dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (23/5/2022).

Ia memaparkan, berdasarkan riset, pandemi paling mempengaruhi pengusaha perempuan, dengan mencapai angka 76% karena perempuan harus bekerja dari rumah.

"Di Indonesia, UMKM berkontribusi terhadap 60% pendapatan nasional, dan 64% dari 64 juta UMKM dimiliki oleh perempuan. Karena itu, saat dunia berupaya melakukan pemulihan pascapandemi dan mengurangi dampak pandemi terhadap bisnis, termasuk pemulihan terhadap bisnis yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan," katanya.

Selain Kementerian Koperasi dan UKM, dalam pertemuan G20 EMPOWER di Yogyakarta beberapa waktu lalu, dukungan terhadap perempuan dan UMKM juga disampaikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan, UMKM terbukti dapat memberikan kontribusi hingga 40% dari pendapatan nasional di negara berkembang dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Menurutnya, pengembangan UMKM merupakan prioritas tinggi bagi banyak negara di seluruh dunia, karena mereka dapat berkontribusi hingga 40% dari pendapatan nasional di negara berkembang.

Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat memberikan perhatian besar untuk UMKM yang dikelola perempuan, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat.

"Seperti pelatihan kewirausahaan berperspektif gender adalah salah satu program yang paling sukses untuk pemberdayaan perempuan. Kementerian PPPA bermitra dengan sektor swasta untuk memberikan pelatihan digital bagi pengusaha perempuan," tuturnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT