Orang Kaya Makin Tajir Selama Pandemi, Lah Kok Bisa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 09:30 WIB
ilustrasi orang kaya
Foto: Getty Images/acilo
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan 'keuntungan' pada orang-orang kaya. Hal itu tampak dari jumlah maupun nilai kekayaan para 'sultan' tersebut.

Seperti dikutip dari CNN, Selasa (24/5/2022), dalam laporan yang dirilis Oxfam tercatat total miliarder dunia mencapai 2.668 orang. Sekitar 573 di antaranya telah bergabung menjadi miliarder sejak tahun 2020. Dengan demikian, miliarder baru dicetak rata-rata setiap 30 jam.

Laporan itu mengacu data yang dikumpulkan Forbes dengan melihat ketimpangan selama dua tahun terakhir.

Kekayaan bersih miliarder juga melonjak tajam sebesar US$ 3,8 triliun atau sebesar 42% menjadi US$ 12,7 triliun selama pandemi. Sebagian besar kenaikan tersebut telah didorong oleh kenaikan kuat di pasar saham, yang dibantu oleh suntikan dana pemerintah untuk meredam dampak finansial dan virus Corona.

Head of Inequality di Oxfam, Max Lawson mengatakan, sebagian besar lonjakan kekayaan terjadi pada tahun pertama pandemi. Kemudian stabil dan sejak itu turun sedikit.

Pada saat yang sama, COVID-19 meningkatkan ketidaksetaraan dan harga pangan yang mendorong 263 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem tahun ini. Hal ini membalikan kemajuan selama beberapa dekade.

"Saya belum pernah melihat pertumbuhan dramatis dalam kemiskinan dan pertumbuhan kekayaan pada saat yang sama dalam sejarah," kata Lawson.

"Ini akan menyakiti banyak orang," imbuhnya.

Lebih lanjut, konsumen di seluruh dunia kini tengah bersaing sejalan dengan melonjaknya harga energi dan makanan. Namun, perusahaan di industri ini dan para pemimpinnya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga.

Miliarder di sektor makanan dan agribisnis telah melihat peningkatan total kekayaan mereka sebesar US$ 382 miliar atau 45% selama dua tahun terakhir, setelah disesuaikan dengan inflasi. Sekitar 62 miliarder makanan diciptakan sejak 2020.

Sementara itu, kekayaan bersih miliarder di sektor minyak, gas dan batu bara melonjak US$ 53 miliar atau 24% sejak 2020.

Empat puluh miliarder pandemi baru diciptakan di industri farmasi yang telah berada di garis depan pertempuran melawan COVID-19 dan penerima miliaran dana publik.

Sektor teknologi telah melahirkan banyak miliarder, termasuk tujuh dari 10 orang terkaya dunia seperti Elon Musk dari Tesla, Jeff Bezos dari Amazon, dan Bill Gates dari Microsoft. Orang-orang ini meningkatkan kekayaan mereka sebesar US$ 436 miliar menjadi US$ 934 miliar selama dua tahun terakhir.

Simak juga Video: Kemenparekraf Catat Perputaran Uang saat Libur Lebaran Capai Rp 72 T

[Gambas:Video 20detik]




(acd/dna)