ADVERTISEMENT

Antam Blak-blakan Dilirik Tesla buat Garap Industri Baterai Listrik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 16:45 WIB
Ilustrasi mobil listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tramino
Jakarta -

Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) sedang menyusun rencana untuk masuk ke ekosistem baterai dan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu perusahaan BUMN pertambangan pun dilirik untuk menjadi mitra.

Direktur Utama PT Antam Tbk Nicolas Kanter mengatakan perusahaannya mulai dilirik Tesla untuk menjadi mitra. Pihaknya juga sudah sempat diajak Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marinves) untuk ikut berbicara dengan perwakilan Tesla.

Hanya saja sampai saat ini menurut Nico belum ada pembicaraan lebih lanjut dari Tesla mengenai rencana menjadikan Antam sebagai mitra. Antam sendiri memiliki kapasitas untuk memproduksi feronikel yang menjadi salah satu bahan baku baterai listrik.

"Berkaitan dengan Tesla ya, kita termasuk salah satu perusahaan yang diundang Marinves bicara dengan mereka. Ada beberapa perusahaan memang bicara dengan Tesla," ungkap Nico dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/2022).

"Kalau ditanyakan apakah ada follow up? Sampai sekarang belum. Cuma memang ada ketertarikan," tegasnya.

Nico menyatakan Tesla memiliki ketertarikan dengan Antam untuk dijadikan mitra. Namun hal itu masih sangat awal.

Nico menyebut Tesla masih menjajaki rencana menggaet Antam sebagai mitra. Menurutnya, Tesla sudah sempat bertanya dan mencari tahu soal apa itu Antam.

"Dalam pembicaraan mereka tanya soal Antam, what is our resources, kita punya agenda ESG. Kelihatannya mereka menjajaki in early stage. Itu baru penjajakan aja. Ini sangat early belum ada realisasi apapun so far," ungkap Nico.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan perusahaan Tesla bakal masuk ke Indonesia tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Bahlil usai membuka acara Road to G20: Investment Forum di Hotel Alila, Solo hari ini. Dia memulai penjelasannya mengenai Kabupaten Batang yang bakal menjadi pusat kawasan industri besar.

"Batang akan jadi pusat kawasan Industri terbaik di Indonesia. Di sana akan ada perusahaan-perusahaan besar, seperti LG, Foxconn, Tesla pun insyaallah akan masuk ke sana dan beberapa perusahaan lain," kata Bahlil di Hotel Alila, Solo, Rabu (18/5/2022).

Lanjut di halaman berikutnya.

Di sisi lain, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan rencana investasi dari Tesla masih akan membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Hal ini diungkapkan Menko Luhut mengingat hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi yang dicapai antara Indonesia dengan pihak Tesla.

"Masuknya investasi dari suatu perusahaan itu tidak semudah menjentikkan jari, ini butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. Apalagi ini investasi dengan nilai jumbo. Jadi kita harus sabar, supaya nantinya bisa benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat dan negara seperti yang kita semua harapkan," ungkap Luhut dalam keterangan resmi, Senin (23/05/2022).

Luhut mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi yang sangat baik sejak dua tahun belakangan baik dengan Elon Musk dan juga Tesla. Elon Musk, menurutnya, sangat tertarik untuk melakukan investasi terhadap industri nikel di Indonesia yang dinilai sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan ekosistem kendaraan listrik.

Sejak pertemuan delegasi Indonesia di pabrik perakitan kendaraan listrik Tesla di Austin, Texas, pada 26 April lalu, lanjut Menko Luhut, pihak Kemenko Marves dan tim dari Tesla yang ditunjuk oleh Elon terus melakukan negosiasi secara intensif untuk merumuskan berbagai hal terkait detail formula investasi yang akan dipakai. Namun demikian, keputusan akhir mengenai investasi akan berada di tangan perusahaan.

"Tim dari Tesla bergerak sangat cepat. Mereka sudah datang ke Indonesia awal bulan ini, mengunjungi beberapa pabrik pengolahan nikel, dan kita juga merespon dengan tidak kalah cepat untuk menunjukkan keseriusan dan support kita. Tapi yang harus diingat, ini masih dalam tahap negosiasi, jadi sekali lagi, semua harus bersabar," lanjutnya.



Simak Video "Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT