Subsidi Bunga Kredit Tekstil Diusulkan Rp 700 Miliar/Tahun

Subsidi Bunga Kredit Tekstil Diusulkan Rp 700 Miliar/Tahun

- detikFinance
Senin, 05 Jun 2006 13:30 WIB
Jakarta - Departemen Perindustriam (Depperin) mengusulkan kepada Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memberikan subsidi bunga dalam rangka revitalisasi industri tekstil.Usulan subsidi bunga yang diajukan sebesar Rp 500-700 miliar per tahun untuk periode 2007-2009."Subsidi bunga itu 50 persen dari suku bunga yang ada, misalnya suku bunga 18 persen maka 9 persennya disubsidi," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Depperin, Ansari Bukhari.Hal itu disampaikan Ansari di sela acara jumpa pers pameran tekstil international yang akan berlangsung di Bandung 7-11 Juni, di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (5/6/2006). "Pada hari ini kami akan sampaikan ke Bappenas dengan asumsi yang dianggarkan Rp 500-700 miliar sebagai bantuan bunga yang diambil dari APBN," kata Ansari.Setelah diajukan ke Bappenas diharapkan usulan ini juga ditindaklanjuti ke DPR. Depperin berharap pemberian suku bunga akan memicu kalangan perbankan untuk mengucurkan kredit sebesar Rp 22 triliun dalam 3 dalam tiga tahun ini. Kebutuhan dana revitalisasi mesin sebesar Rp 22 triliun, merupakan 50 persen dana yang dihitung oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sebesar US$ 5 miliar.Menurut Ansari, lebih dari 70 persen mesin industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional berusia di atas 20 tahun.Mesin-mesin tekstil yang usianya di atas 20 tahun itu tersebar pada mesin pemintalan yang jumlahnya mencapai 64 persen, mesin tenun 82 persen, mesin rajutan 84 persen, mesin finishing 93 persen dan mesin pakaian jadi 78 persen.Sementara Ketua API Jawa Barat Ade Sudrajat Usman mengatakan, pemerintah sudah on the right track memajukan industri TPT. Dengan adanya revitalisasi ini, ditargetkan pada tahun 2010 ekspor tekstil di atas US$ 110 miliar dengan menyerap tenaga kerja 550-100 ribu orang.Pameran Tekstil InternasionalAnsari juga menjelaskan, sejumlah institusi keuangan akan diundang dalam forum tekstil internasional di Bandung pada 8 Juni mendatang.Selain industri keuangan juga akan dipertemukan penyedia permesinan agar dukungan pendanaan revitalisasi tekstil tercapai.Pameran tekstil internasional di Bandung kali ini menargetkan transaksi yang lebih besar dibanding tahun 2002 sebesar US$ 90 juta.Pameran ini diadakan tiap 2 tahun sekali dan ini merupakan yang ketujuh kalinya, diikuti 432 perusahaan dari 25 negara. Pameran berlangsung di Gedung Dirgantara Indonesia Fairground Bandung. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads