Ancaman Resesi Mulai Menghantui, RI Aman Nggak Nih?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 22:19 WIB
Tips Bertahan Hidup di tengah Resesi
Foto: Ilustrasi resesi ekonomi (Tim Infografis: Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Ancaman resesi mulai menghantui. Contohnya seperti Amerika Serikat (AS) yang kondisi ekonominya terus menurun dan tertekan tingginya suku bunga yang bertujuan untuk menekan inflasi.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan saat ini ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5%. "Perkiraan BI di kisaran yang sudah saya sampaikan yaitu 4,5% - 5,3% dengan kata lain ekonomi kita tumbuh. Kita harus bersyukur, Puji Tuhan masih di kisaran 4,5%-5,3%," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (24/5/2022).

Dia mengungkapkan saat ini memang ada kenaikan inflasi namun koordinasi erat antara BI, pemerintah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sangat kuat. Serta berbagai respon kebijakan moneter yang pro stabilitas membuat inflasi terkendali.

Perry juga optimis juia angka inflasi tahun depan akan kembali ke sasaran 3% plus minus 1% dan berada di bawah 4%.

"Kedua fakta ini tak bisa dikatakan kondisi apakah resesi, stagflasi atau terminologi lain. Ekonomi kita tumbuh, alhamdulillah. Vaksinasi juga sudah dilakukan, marilah kita beraktivitas dan tetap menjaga protokol kesehatan," jelas dia.

Dia menjelaskan memang BI bersama Kemenko dan Kemenkeu berupaya untuk menjaga harga-harga untuk kesejahteraan rakyat. Penambahan subsidi dan normalisasi moneter dan menjaga tanpa mengurangi kemampuan perbankan agar stabilitas makro ekonomi terjaga dan ekonomi membaik.

Simak Video: Terhindar Resesi! Ekonomi RI Tumbuh 3,51% di Kuartal III 2021

[Gambas:Video 20detik]



(kil/hns)