AS Pastikan Tutup Akses Uang Rusia Biar Gagal Bayar Utang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 11:28 WIB
FILE PHOTO: Russian and U.S. state flags fly near a factory of Ford Sollers, a joint venture of U.S. carmaker Ford with Russian partners, in Vsevolozhsk, Leningrad Region, Russia March 27, 2019. REUTERS/Anton Vaganov/File Photo
Foto: REUTERS/Anton Vaganov/File Photo
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) akan menutup peluang bagi Rusia untuk membayar utang luar negerinya. Langkah ini dilakukan agar Rusia semakin dekat dengan gagal bayar (default).

Seperti diberitakan BBC, Rabu (25/5/2022), Departemen Keuangan AS mengatakan akan mengakhiri pengecualian yang memungkinkan pemegang obligasi AS menerima pembayaran.

Rusia memiliki tanggungan untuk membayar US$ 2 miliar obligasi internasional yang jatuh tempo pada akhir tahun.

Aturan yang baru hanya berlaku untuk orang-orang di AS. Langkah ini akan mempersulit Rusia untuk melakukan pembayaran di tempat lain mengingat peran bank AS di sistem keuangan global.

AS telah melarang Rusia menggunakan bank AS untuk mentransfer pembayaran. Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengingatkan pengecualian bagi investor kemungkinan akan berakhir. Dia mengatakan pengecualian itu ditujukan agar transisi teratur.

Utang Rusia sudah diturunkan statusnya ke junk oleh lembaga pemeringkat utama pada bulan Maret. Sehingga, menyulitkan Rusia untuk mengumpulkan uang di pasar internasional.

Profesor Philip Nichols dari Wharton School di University of Pennsylvania mengatakan tidak jelas apa yang telah dilakukan oleh pemegang obligasi Rusia dari Barat dalam beberapa minggu sejak invasi, apakah bergegas untuk melepasnya atau bertahan dengan harapan situasi pada akhirnya akan normal.

Gagal bayar akan menandai pertama kalinya Rusia gagal membayar utang pemerintahnya sejak 1998 yakni krisis ekonomi di akhir masa jabatan Presiden Yeltsin. Hal ini akan memicu kasus di pengadilan, membuka Rusia untuk proses pemulihan dari kreditur.

Di dalam Rusia, dampak apa pun hanya akan terasa dalam jangka panjang sebagai bagian dari isolasi ekonomi negara yang lebih luas.

"Rusia hanya memiliki banyak minyak dan gas dan itu berarti banyak uang, tetapi dalam jangka panjang, ini adalah bagian dari jaringan instrumen yang dirancang untuk membuatnya jauh, jauh lebih sulit bagi Rusia untuk berperang pada tetangganya," katanya.

Lihat juga Video: Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup di Sidang Kejahatan Perang

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)