Demi Gaet Tesla, Luhut Sodorkan Kawasan Industri Kaltara ke Elon Musk

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 14:31 WIB
Jakarta -

Tesla bakal segera masuk ke ekosistem kendaraan dan baterai listrik Indonesia. Negosiasi investasi dari perusahaan milik miliarder Elon Musk itu dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengatakan dalam negosiasi yang dilakukan pihaknya menawarkan Kawasan Industri Kalimantan Utara (Kaltara) kepada Tesla. Dia bilang kawasan industri ini bakal menjadi kawasan terlengkap bila Elon Musk mau menggarap pabrik kendaraan ataupun baterai listrik.

"Ini salah satu bagian negosiasi saya sama Tesla, kan dia nggak gampang negosiasi. Saya bilang, 'Elon kalau kau mau dapat end to end, dapat produk baterai green product. Dapat mobil green product, ya tempatnya di sini'," kata Luhut dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang disiarkan virtual melalui YouTube, Rabu (25/5/2022).

Dia mengatakan kawasan itu memiliki sumber daya listrik 10 ribu megawatt hydropower hingga 10 megawatt tenaga surya. Luhut mengatakan kawasan industri Kaltara bakal menjadi kawasan industri terintegrasi paling besar.

"Ada kawasan industri dibuat, ini satu yang akan ubah dan transformasi Indonesia. Kita punya the largest integrated industry nanti di Kaltara," ujar Luhut.

Luhut mengatakan kawasan ini sudah di-ground breaking sejak tahun lalu. Dia mengaku dirinya sendiri yang langsung membesut kawasan ini.

"Ini sudah ground breaking. Lima atau enam tahun lalu saya mulai proyek ini, saya tinjau. Sekarang kita akan punya petrochemical terbesar di dunia. Ini total US$ 132 miliar untuk seluruh proyek ini," papar Luhut.

Tim Tesla sendiri menurut Luhut sudah berkunjung ke Indonesia. Tim tersebut sudah diajak ke sentra industri nikel di Morowali. Menurutnya, tim Tesla terkesan dengan perkembangan hilirisasi nikel di Indonesia.

"Kemarin tim Tesla kemari, ada 6 orang berkunjung ke Morowali. Dia bilang sama tim dan Seto. Dia bilang 'saya nggak kira Indonesia sudah begitu maju, saya pikir hanya di China bisa gini'. Mereka bilang begitu," kata Luhut.

(hal/das)