Ratusan CPNS Mengundurkan Diri, Negara Rugi Berapa?

ADVERTISEMENT

Ratusan CPNS Mengundurkan Diri, Negara Rugi Berapa?

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Kamis, 26 Mei 2022 17:15 WIB
Sejumlah peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD-CPNS) tahun 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Banda Aceh, Aceh. Selasa (14/9/2021). Pemprov Aceh tahun 2021 membuka formasi PNS sebanyak 3.470 orang yang akan ditempatkan di sejumlah intansi kabupaten/kota, sedangkan jumlah peserta yang mengikuti tes CPNS sebanyak 57.684  orang. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/AMPELSA
Jakarta -

Keputusan pengunduran diri 105 orang yang dinyatakan lulus seleksi pegawai negeri sipil (CPNS), telah membuat negara merugi. Bagaimana tidak, sejatinya negara sudah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan seleksi penerimaan CPNS tersebut.

"Karena negara dan instansi sudah menyiapkan dan menetapkan biaya bagi mereka yang lolos. Namun, mereka mengundurkan diri. Dananya itu dari APBN," ungkap Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BKN Satya Pratama saat dihubungi detikcom, Kamis (26/5/2022).

Ketika ditanya berapa nominal yang dirugikan negara atas hal tersebut, Satya mengungkapkan jumlahnya cukup besar. Namun, dirinya tidak bisa menyebutkan secara rinci berapa nominal tersebut.

"Cukup besar, tapi untuk pastinya perlu dihitung lebih teliti. Sebagai perkiraan, bisa dilihat jumlah uang yang dijadikan sanksi per orang dari tiap instansi," kata Satya.

Sebagai gambaran, untuk seleksi pengadaan CPNS 2019 BKN setidaknya menyiapkan anggaran Rp 370 miliar untuk 238.015 formasi.

Adapun beberapa sanksi yang disebutkan Satya tersebut tertuang dalam beberapa aturan. Termasuk Pengumuman Kementerian Luar Negeri Pengumuman/00008/KP/11/2019/24/03 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Luar Negeri Tahun Anggaran 2019, poin X nomor 10. Bagi pelamar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang mengundurkan diri harus membayar sanksi sebesar Rp 50 juta. Bagi pelamar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia yang mengundurkan diri harus membayar sanksi sebesar Rp 35 juta.

Lalu, bagi pelamar Badan Intelijen Negara (BIN) yang memutuskan mundur, akan diberikan sanksi bertingkat. Peserta dinyatakan lulus namun mengundurkan diri, maka peserta dikenakan denda sebesar Rp 25 juta. Kedua, bila peserta telah diangkat sebagai CPNS lalu mengundurkan diri, peserta akan dikenakan denda sebesar Rp 50 juta.

Terakhir, bila peserta sudah diangkat menjadi CPNS dan telah mengikuti Diklat Intelijen tingkat dasar serta diklat lainnya namun mengundurkan diri, peserta akan dikenakan denda sebesar Rp 100 juta.

Selain itu, masih ada juga beberapa instansi yang mengenakan sanksi untuk membayar sejumlah uang. detikcom mencoba menghitung jumlah kerugian negara dari nominal sanksi yang diberikan kepada peserta lolos CPNS yang mengundurkan diri.

Sebagai contoh, jika 105 orang pelamar yang lolos CPNS di Kemlu memutuskan untuk mundur, maka harus membayar sanksi sebesar Rp 50 juta. Katakan Rp 50 juta dikalikan 105 orang. Artinya, perkiraan total kerugian negara bisa mencapai Rp 5,2 miliar atau miliaran rupiah.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT