Jeng-Jeng! Usai Gandum, India Kini Batasi Ekspor Gula

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 26 Mei 2022 19:45 WIB
ilustrasi gula
Ilustrasi/Foto: thinkstock
Jakarta -

India bakal membatasi ekspor gula ke pasar internasional. Hal ini dilakukan setelah negara tersebut melarang ekspor gandum.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu 25 Mei kemarin, pemerintah India mengatakan akan membatasi ekspor gula hingga 10 juta ton untuk musim pemasaran yang berlangsung hingga September tahun ini.

Dilansir dari CNN, Kamis (26/5/2022), langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga harga gula India tetap terkendali di dalam negeri.

Sementara itu, eksportir juga telah diminta untuk meminta izin khusus dari pihak berwenang untuk setiap ekspor gula antara 1 Juni hingga 31 Oktober.

India sendiri merupakan negara produsen gula terbesar di dunia dan eksportir terbesar kedua setelah Brasil. Pemerintah PM Narendra Modi mengatakan India perlu mengambil tindakan untuk mempertahankan stok gula di dalam negeri.

Langkah untuk membatasi ekspor gula ini muncul di tengah kondisi inflasi atau kenaikan harga besar-besaran pada barang ritel secara tahunan di India. Inflasi tercatat mencapai 7,8%, menjadi level tertinggi dalam hampir delapan tahun.

Pembatasan ekspor ini juga merupakan tanda lain dari meningkatnya proteksionisme pangan di seluruh dunia. Produsen utama mengekang ekspor pertanian, menambah kejutan pasokan yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada Februari. Ukraina dan Rusia bersama-sama menyumbang sekitar 30% dari semua ekspor gandum.

Pada tahun pemasaran saat ini, yang berlangsung dari Oktober 2021 hingga September 2022, pabrik gula India sejauh ini telah menandatangani kontrak ekspor sekitar 9 juta ton.

Dalam periode 12 bulan sebelumnya, negara tersebut mengirimkan 7 juta ton pemanis ke luar negeri, yang merupakan jumlah tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menurut data pemerintah.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada hari Selasa, Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengatakan peraturan ekspor gula India seharusnya tidak mempengaruhi pasar global.

"Kami terus mengizinkan ekspor ke negara dan tetangga yang rentan dengan izin khusus," kata Goyal.

(hal/eds)