Pabriknya Dibom, Orang Terkaya Ukraina Tuntut Rusia Ganti Rugi Rp 292 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 10:04 WIB
Rinat Akhmetov
Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Rinat Akhmetov, orang terkaya di Ukraina kehilangan pabrik bajanya di kota Mariupol. Kota itu merupakan salah satu sasaran invasi Rusia di Ukraina, kini kota tersebut sudah dihancurkan tentara Rusia termasuk di dalamnya pabrik baja milik Rinat Akhmetov.

Pabrik bajanya hancur, Rinat Akhmetov tak mau tinggal diam. Dia berencana untuk menuntut Rusia akibat kerugian yang terjadi pada pabrik bajanya tersebut.

Dilansir dari Reuters, Jumat (27/5/2022), Rinat Akhmetov menyatakan kerugian yang terjadi atas pabrik baja yang hancur di Mariupol itu mencapai US$ 17-20 miliar atau sekitar Rp 248-292 triliun (dalam kurs Rp 14.600).

Rinat minta Rusia membayar kompensasi dan ganti rugi atas kerugiannya itu. Pabrik baja Azovstal mengalami kerusakan parah akibat pemboman dan penembakan Rusia setelah pabrik yang luas itu menjadi benteng pertahanan terakhir di kota pelabuhan selatan.

Di sisi lain, pabrik baja dan besi Illich, yang juga dimiliki oleh Rinat pun rusak parah selama penembakan Rusia di Mariupol.

"Kami pasti akan menuntut Rusia dan menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang," kata Rinat Akhmetov kepada portal berita Ukraina mrpl.city dalam sebuah wawancara.

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Metinvest telah mengumumkan tidak dapat memberikan kontrak pasokannya.

Akhmetov mengatakan dia tetap di Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai. Dia percaya Ukraina mampu bertahan bahkan memenangkan perang melawan Rusia.

"Kami percaya pada negara kami dan percaya pada kemenangan kami," tegas Rinat Akhmetov.



Simak Video "Zelensky Tak Percaya Klaim Rusia Ingin Akhiri Perang "
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)